Kasatlantas Polres Semarang : Angka Kecelakaan Lalulintas Pada Operasi Ketupat Candi 2019 Turun

Kasatlantas Polres Semarang, AKP Sandhy Wiedyanoe mengatakan rekayasa lalu lintas di titik tersebut akan tetap diberlakukan

Kasatlantas Polres Semarang : Angka Kecelakaan Lalulintas Pada Operasi Ketupat Candi 2019 Turun
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Rekayasa lalu lintas di simpang empat Sisemut, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang pada Senin (10/6/2019) siang agar pengguna jalan dari Jalan Patimura Mapagan agar langsung ke Jalan Kisarino Mangunpranoto yang tembus ke Taman Unyil. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Tiara Kusuma (18), warga Ungaran terpaksa memutar arah ketika hendak menuju Pasar Bandarjo.

Pasalnya, simpang empat Sisemut dari arah Gunungpati atau Jalan Pattimura Mapagan tak bisa langsung menuju Jalan HOS Cokroaminoto yang akan sampai simpang empat Kantor Dinas Pelayanan Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Semarang, melainkan harus melalui jalur satu arah Jalan Kisarino Mangunpranoto yang tembus ke Taman Unyil.

Jarak tempuh yang semakin jauh beberapa kilometer tersebut membuatnya harus menambah waktu tempuh hingga hampir tiga kali lipat seperti biasa.

Tepat di simpang empat tersebut terdapat pembatas jalan yang memberikan petunjuk pada pengguna jalan yang hendak ke Salatiga, Solo, Jogja untuk lewat kiri. Lampu APILL pun hnya berkedip-kedip warna kuning.

"Saya nggak masalah harus mengikuti aturan, tapi saya juga sebal karena ketika saya mematuhi aturan kok masih ada yang melanggar rambu-rambu tersebut. Nggak cuma motor, barusan mobil melarang imbauan tersebut," ujarnya pada Senin (10/6/2019) siang.

Meskipun telah diupayakan mengurai lalu lintas yang cukup ramai dengan memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah, sayangnya sejumlah pengendara tetap melanggar aturan tersebut.

Kendaraan yang melanggar memaksa melintasi marka yang mengakibatkan kendaraan dari arah berlawanan harus menurunkan kecepatan atau pun berhenti.

Terpisah, Kasatlantas Polres Semarang, AKP Sandhy Wiedyanoe mengatakan rekayasa lalu lintas di titik tersebut akan tetap diberlakukan dan situasional melihat volume kendaraan.

Selain di simpang empat Sisemut, di simpang tiga depan Kantor DRPD Kabupaten Semarang, simpang tiga Undaris, dan simpang tiga Polsek Bergas juga masih dilakukan rekayasa lalu lintas.

Rekayasa lalu lintas tersebut berupa pemasangan traffic cone maupun road barrier sehingga kendaraan tidak bisa langsung berbelok. Sandhy mengatakan Operasi Ketupat Candi 2019 diperpanjang hingga Rabu (12/6/2019) pukul 23:59.

Menurutnya ada penurunan angka kecelakaan hingga 60% dibanding Operasi Ketupat Candi 2018.

"Pada Operasi Ketupat Candi 2018 terjadi 7 kecelakan, dan pada Operasi Ketupat Candi 2019 terjadi 2 kecelakaan," imbuh Sandhy.

Di lain pihak, berdasarkan rekap data dari Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Semarang, pada Operasi Ketupat Candi 2018 terjadi 14 kasus kecelakaan, 1 orang meninggal dunia, 17 orang luka ringan, dan kerugian material sebesar Rp 7 juta.

Pada Operasi Ketupat Candi 2018 terjadi 10 kasus kecelakaan, 1 orang meninggal dunia, 14 orang luka ringan, dan kerugian material Rp 5,4 juta.(arh)

Penulis: amanda rizqyana
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved