Kesaksian Supardi saat Terakhir Kali Melihat Sugeng Sebelum Rumahnya Digeledah Densus 88

Supardi awalnya berdiri di muka pintu rumah Sugeng Riyadi, sembari melihat proses penggeledahan

Kesaksian Supardi saat Terakhir Kali Melihat Sugeng Sebelum Rumahnya Digeledah Densus 88
Tribunjateng.com/Daniel Ari Purnomo
Suasana rumah Sugeng Riyadi di Kampung Semanggi RT 7 RW 5, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Senin (10/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Supardi (54) menyaksikan proses penggeledahan rumah terduga teroris di Kampung Semanggi RT 7 RW 5, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Solo, Minggu (9/6/2019) petang.

"Setelah salat Isya kemarin, ada polisi datang ke rumah. Katanya dari Densus, mengajak saya menyaksikan penggeledahan rumah Pak Sugeng. Saya kaget, katanya Pak Sugeng itu teroris," ungkap Ketua RT setempat itu, Senin (10/6/2019) siang.

Supardi awalnya berdiri di muka pintu rumah Sugeng Riyadi, sembari melihat proses penggeledahan.

Sejurus kemudian, polisi mempersilakan Supardi masuk ke dalam rumah Sugeng.

"Kemarin saya lihat polisi bawa hp (ponsel) Pak Sugeng. Polisi bilang merknya Cross," ujarnya.

Proses penggeledahan, kata Supardi, berlangsung sekitar 15 menit.

Setelah menggeledah rumah, belasan polisi berseragam serba hitam dan sipil langsung pergi.

"Saya gak berani tanya-tanya terkait Pak Sugeng. Yang pasti, dia sudah ditangkap polisi pada Minggu siang, kemarin," tuturnya.

Supardi pun berujar Sugeng Riyadi sudah bukan lagi warga Kampung Semanggi.

"Dulu dua udah dapat dana relokasi rumah bantaran sungai, lalu beli rumah di Mojolaban. Itu sudah lama. Tapi KK dan KTP masih tercatat sebagai warga sini, statusnya mengontrak rumah," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved