Breaking News:

Muryono Mantan Kadisdik Kendal : Maksud Hati Ingin Cerdaskan Anak Bangsa Bermuara di Penjara

Itulah judul pada pembelaan pribadi yang dibacakan terdakwa kasus korupsi majalah dinding elektronik kabupaten Kendal Muryono di Pengadilan Tipikor

TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Terdakwa Kasus Korupsi Pengadaan Majalah dinding elektronik Kendal ajukan pembelaan 

Setelah melalui proses lelang kelompok kerja (Pokja) 5 Unit Layanan Pengadaan (ULP) ditetapkan CV Karya Bangun Sejati sebagai pemenang lelang. Nilai kontrak yang disetujui Rp 5.840.010.000.

"Bahwa tanggal 7 Desember 2016 sampai dengan 2 Februari 2017 CV Karya Bangun Sejati menyerahkan Majalah

Dinding Elektronik merek Smart Mading. CV Karya Bangun Sejati sudah mengembalikan kerugian negara sebesar Rp 4.400.000.000," terangnya.

Ia menyebutkan masalah pekerjaan pengadaan majalah dinding elektronik tidak berani melawan pimpinan meski tidak sepaham. Oleh sebab itu dirinya tetap melaksanakan perintah tersebut.

"Sebagai orang awam hukum kalau tidak salah saya pernah mendengar bahwa melaksanakan perintah atasan tidak dapat dipidana,"tuturnya.

Sementara itu penasehat Muryono, Muhammad Hadi Prayitno, dan Hendri Listiawan menambahkan pembelaanya menyatakan kliennya membeberkan telah dipanggil AKP Lutfi adik bupati Kendal dilakukan pertemuan di rumah Dinas Bupati pada 16 November 2016. 

Pada pertemuan tersebut juga terdapat Rubiyanto yang menyatakan proyek tetap berjalan.

"Pada 17 November 2016 terdakwa dipanggil Bupati Kendal pada intinya agar pekerjaan Mading elektronik tetap dilaksanakan apablia tidak terdakwa mengundurkan diri dari PNS,"jelas dia.

Kemudian, 17 November 2016, PPK telah membuat nota staf namun oleh kliennya dilakukan disposisi agar tetap melaksanakan penayangan lelang. Hal ini dikarenakan mendapat tekanan dari AKP Lutfi, an Bupati Kendal.

"Atas tekanan tersebut terdakwa tidak berani melakukan perubahan terhadap kekeliruan pemaketan yang telah dilakukan kajian oleh Pokja 5," katanya.

Ia menyebutkan berdasarkan terdakwa telah melaksanakan sebagai Pengguna Anggaran dalam pemaketan. 

"Kami selaku penasehat hukum  berpendapat unsur menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada tidak terpenuhi,"jelasnya.

Di samping itu, Direktur CV Karya Bangun Sejati, Lukman Hidayat melalui penasehat hukumnya juga mengajukan pembelaan. 

Penasehat hukum tidak sependapat atas tuntutan JPU mengenai selisih perhitungan kerugian negara.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved