Ratusan Warga Pekalongan Berebut Gunungan Gerbal, Jajanan Tradisional Bahan Utama Singkong

Ratusan warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berebut 'Gunungan Gebral Syawalan' dengan ukuran tinggi 1,5 meter

Ratusan Warga Pekalongan Berebut Gunungan Gerbal, Jajanan Tradisional Bahan Utama Singkong
TRIBUN JATENG/INDRA DWI PURNOMO
Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membagikan gunungan gerbal kepada masyarakat saat tradisi syawalan gunungan gerbal di Pekajangan Gg 20, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (09/06/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Ratusan warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berebut 'Gunungan Gebral Syawalan' dengan ukuran tinggi 1,5 meter yang dilaksanakan di Kelurahan Pekajagan Gg 20, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (9/6/2019).

Bupati Pekalongan Asip Kholbihi mengatakan bahwa kegiatan Gunungan Gebral merupakan tradisi warga setempat yang dilakukan setiap perayaan Lebaran.

Gebral adalah jajanan tradisional dengan bahan utama singkong.

"Kegiatan Gunungan Gebral dilakukan setelah hari raya Idul Fitri. Pada Lebaran 2019, tradisi itu sudah yang ke-21," katanya.

Menurutnya tradisi ini hukumnya mubah, yang terpenting tidak bertentangan dengan syariat.

Kemudian, tradisi ini mengandung nilai-nilai silahturahmi, sedekah, guyup rukun di masyarakat dan tidak bertentangan dengan syariat, maka mengamalkan tradisi ini menjadi sunah.

"Hukum Islam itu berkembang sesuai dengan alasannya. Jika ternyata dengan gunungan gebral semi masyarakat bisa rukun, sedekahnya semakin banyak, kampungnya tambah maju maka hukumnya berubah lagi," ucapnya.

Pemerintah Kabupaten Pekalongan akan terus menerus memelihara tradisi yang tidak bertentangan dengan syariat. Tujuannya yaitu dalam rangka mengaplikasikan nilai-nilai Islam tetapi membaur dengan kebiasaan kita sehari-hari.

Asip mengungkapkan tradisi gunungan gebral ini diharapkan tidak berhenti pada saat perayaan Lebaran saja melainkan bisa dipasarkan ke kafe yang dikemas secara modern.

"Kami menyarankan pembuatan gebral tidak dilakukan saat Syawalan dan dibuat oleh orang tua saja namun anak muda juga perlu belajar agar mereka bisa menjadi entrepreneur, seperti nenek moyang masyarakat setempat," ungkapnya.

Asip menjelaskan pembuatan makanan gebral itu bisa mendatangkan nilai ekonomis sehingga masyarakat bisa menyalurkan keterampilan dan keahliannya membuat makanan tradisional tersebut.

"Jangan dilihat dari besar kecilnya pendapatan karena jika dikelola dengan baik juga bisa memberikan sumber penghasilan pokok atau tambahan, khususnya bagi anak-anak muda yang mau berjuang melestarikan makanan tradisional," imbuhnya.

Terpisah, Ketua Panitia Gunungan Gebral Syawalan Muhammad Yuniar Sibaweh mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan acara tersebut sejak H-7 Lebaran.

"Pada Lebaran tahun ini, Gunungan Gebral dibuat dengan tinggi 1,5 meter dan berat sekitar 2,5 kuintal. Pembuatan Gunungan Gebral merupakan tradisi yang sudah turun temurun dilakukan oleh masyarakat Pekajangan," katanya. (Dro)

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved