55 ASN Pemkab Semarang Tak Masuk Kerja di Hari Pertama Usai Libur Lebaran 2019

Ada 55 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Semarang tidak masuk kerja di hari pertama kerja usai libur dan cuti Idulfitri 1440 H.

55 ASN Pemkab Semarang Tak Masuk Kerja di Hari Pertama Usai Libur Lebaran 2019
Tribun Jateng/Amanda Rizqyana
Bupati Semarang, Mundjirin dan Wakil Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengadakan Open House Lebaran 1440 H di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang Ungaran, Kabupaten Semarang pada Senin (10/6/2019) pagi. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Ada 55 aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Semarang tidak masuk kerja di hari pertama kerja usai libur dan cuti Idulfitri 1440 H.

Dari keseluruhan ASN yang tidak masuk, hanya satu orang yang tidak diketahui alasan ketidakhadirannya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang, Partono mengatakan jumlah ASN di Kabupaten Semarang sebanyak 8.412 orang.

Dari jumlah tersebut sebagian besar berprofesi sebagai guru yakni sejumlah 5.786, sementara sisanya sebanyak 2.626 merupakan ASN nonguru atau ASN pemerintahan.

Pada hari pertama kemarin, pihaknya memantau masuknya ASN pemerintahan karena ASN guru masih libur sekolah hingga Rabu (12/6/2019).

“Kami pantau kehadiran masuk kerja yang non guru, sedangkan ASN guru belum masuk karena mengikuti jadwal masuk sekolah,” ujarnya, Selasa (11/6/2019).

Libur Lebaran, Anggota Polres Semarang Disebar ke Seluruh Objek Wisata di Kabupaten Semarang.

Menurut Partono, ASN yang tidak masuk kerja sebelumnya sudah menyampaikan izin dan sebagian memberikan laporan alasan ketidakhadirannya.

Sebanyak tujuh orang tidak masuk karena mengajukan cuti, satu orang izin tidak masuk dengan surat keterangan, lima orang izin sakit, sepuluh orang izin tugas belajar, satu orang izin bebas tugas karena memasuki masa pensiun, 30 orang izin dinas luar, dan 1 ASN diketahui tidak masuk tanpa keterangan.

“Tingkat kehadiran masuk kerja ASN cukup bagus, jika dipersentase sekitar 97,60 persen. Itupun hanya 1 yang belum kita ketahui alasannya,” ungkapnya.

Terkait dengan sanksi yang akan diberikan kepada 1 ASN yang diduga membolos tersebut, pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pimpinan instansi terkait untuk melaporkan pegawainya yang belum masuk kerja.

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved