Makna Lebaran Ketupat Bagi Orang Jawa

Di bulan Syawal, orang Jawa mengenal tradisi lebaran ketupat. berikut makna lebaran ketupat bagi orang jawa

Makna Lebaran Ketupat Bagi Orang Jawa
makna lebaran ketupat bagi orang jawa 

TRIBUNJATENG.COM- Di bulan Syawal, orang Jawa mengenal tradisi lebaran ketupat.

Biasanya, lebaran ketupat diadakan pada hari ketujuh setelah hari idul Fitri.

Melansir dari Kompas.com, menurut Fadly Rahman, menurut cerita rakyat, ketupat berasal dari masa hidup Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga memperkenalkan ketupat Lebaran tepatnya di masa syiar Islamnya pada abad ke 15 hingga abad ke 16.

Sunan Kalijaga menjadikan ketupat sebagai budaya sekaligus filosofi jawa yang berbaur dengan nilai ke-Islamannya.

Fadly tak memungkiri bahwa ketupat bisa jadi berasal dari zaman yang lebih lama, yakni pada zaman Hindu-Budha di Nusantara.

Hal itu merujuk pada zaman pra Islam. Nyiur dan beras sudah dimanfaatkan untuk makanan oleh masyarakat sebagai sumber daya alam.

Begitupun masyarakat Bali. Hingga saat ini ketupat atau disebut masyarakat Bali sebagai tipat, masih digunakan untuk ritual ibadah.

Menurut Fadly, dalam Islam, kerupat dicocokkan kembali dengan nilai-nilai ke-Islaman oleh Sunan Kalijaga.

Sunan Kalijaga membaurkan pengaruh Hindu pada nilai-nilai ke-Islaman, menjadi akulturasi yang padu antara keduanya.

Halaman
123
Penulis: Wahyu Ardianti Woro Seto
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved