Putra Teriaki Tukang Becak yang Nekat Terobos Palang Pintu Perlintasan Meski Kereta Api Sudah Dekat

Hal itu menjadi penyebab kecelakaan kendaraan tersambar kereta api di Kabupaten Kendal.

Putra Teriaki Tukang Becak yang Nekat Terobos Palang Pintu Perlintasan Meski Kereta Api Sudah Dekat
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Pengendara Becak dan pengendara motor nekat melintasi perlintasan kereta api di Kaliwungu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Kadang masyarakat tidak memperhatikan kedatangan kereta api saat hendak menyebrang di perlintasan sebidang.

Bahkan di perlintasan yang terdapat palang pintu dan dijaga oleh petugas, masyarakat masih nekat menyeberang meski kereta sudah hampir dekat.

Hal itu menjadi penyebab kecelakaan kendaraan tersambar kereta api di Kabupaten Kendal.

Seperti pada perlintasan kereta api yang letaknya tak jauh dari Pasar Pagi Kaliwungu Kendal. Meski palang pintu sudah tertutup, dan sirine berbunyi tak sedikit warga tetap nekat menyebrang perlintasan kereta api.

Seperti menguji adrenalin, mereka langsung buru-buru tancap gas saat melintasi perlintasan itu agar tidak tertabrak kereta.

Kadang kereta belum selesai melintas kendaraan sudah mendekati rel yang dilintasi kereta.

Seorang pengguna jalan, Putra (25) mengatakan dirinya pernah meneriaki seorang pengendara becak yang nekat menyebrang perlintasan kereta api di Kaliwungu meski palang pintu sudah tertutup. Kala itu pengendara becak itu membawa barang-barang pedagang pasar yang hendak dijual.

"Yang teriak tidak hanya saya tapi warga lain juga teriak. Karena waktu itu kereta sudah dekat sekali, telat sedikit mungkin tersambar, setelah lolos dari maut bapaknya (pengendara becak) malah tersenyum lega," ujarnya, Selasa (11/6)

Seorang pengguna jalan lainnya, Amini mengatakan di pelintasan kaliwungu memang kerap terjadi kecelakaan akibat kurang memperhatikan keselamatan saat melintasi perlintasan. Hal itu dikarenakan para warga terburu-buru saat berpergian sehingga nekat menyebrang perlintasan meski kereta hendak melintas.

Menurutnya tak hanya sepeda motor dan kendaraan kecil lainnya yang nekat menyebrang. Bahkan kendaraan besar seperti mobil dan bus juga pernah menyebrang perlintasan meski sirine pertanda kereta datang sudah berbunyi.

"Di Kaliwungu banyak orang yang hendak ke Semarang untuk bekerja. Mungkin karena terburu-buru takut bekerja jadi nekat menyebrang meski kereta sudah dekat," katanya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved