AirNav Indonesia: Festival Balon Udara Mampu Kurangi Jumlah Pelanggaran di Tahun Ini

AirNav Indonesia mencatat bahwa jumlah pelanggaran penerbangan balon udara di tahun 2019 menurun.

AirNav Indonesia: Festival Balon Udara Mampu Kurangi Jumlah Pelanggaran di Tahun Ini
Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo
Ratusan balon udara menghiasi langit Kota Pekalongan saat mengikuti Festival Balon Udara 2019 yang dilaksanakan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Jawa Tengah, (12/06/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - AirNav Indonesia mencatat bahwa jumlah pelanggaran penerbangan balon udara di tahun 2019 menurun.

Direktur Utama AirNav Indonesia Novi Riyanto mengatakan, angka jumlah pelanggaran penerbangan balon udara pada tahun ini menurun drastis.

"Pada tahun 2018 terdapat 112 kasus dan tahun ini hanya berkisar 40 kasus," kata Novi Riyanto kepada Tribunjateng.com seusai menghadiri kegiatan Festival Balon 2019 yang dilaksanakan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Jawa Tengah, (12/6/2019).

Menurut Novi, pihaknya mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekalongan yang telah mengakomodasi warganya dalam menerbangkan balon udara.

Karena, dengan adanya festival ini, penerbangan balon ke udara tidak dilakukan secara sembarangan atau melanggar aturan.

Ribuan warga menyaksikan penerbangan ratusan balon udara dalam Festival Balon Udara 2019 yang dilaksanakan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Jawa Tengah, (12/06/2019).
Ribuan warga menyaksikan penerbangan ratusan balon udara dalam Festival Balon Udara 2019 yang dilaksanakan di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Jawa Tengah, (12/06/2019). (Tribunjateng/Indra Dwi Purnomo)

"Kami mengapresiasi dengan adanya peran pemerintah daerah, acara festival balon udara ini bisa menekan angka pelanggaran penerbangan balon udara," ungkapnya.

Pihaknya menambahkan peserta yang mengikuti festival ini harus mengikuti aturan yang sudah ditentukan.

"Aturan yang harus dipatuhi peserta festival yaitu ukuran balon udara harus berdiameter tidak lebih dari 4 meter dan tinggi 7 meter. Kemudian, balon udara yang diterbangkan tidak boleh lebih dari 150 meter dan harus ditambatkan atau diikat," imbuhnya.

Saat festival ini dimulai, nampak balon udara yang penuh warna warni menghiasi Stadion Hoegeng Kota Pekalongan.

Novi mengungkapkan antusias warga yang mengikuti festival kali ini meningkat dibandingkan tahun lalu.

"2018 hanya diikuti 30 peserta, namun festival kali ini diikuti 107 peserta dan diharapkan dengan adanya festival ini warga kota pekalongan dan sekitarnya tidak lagi menerbangkan balon udara secara liar," ujarnya. (Dro)

Hendak Ditambatkan, Balon Udara Terbakar saat Ikuti Festival di Pekalongan

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved