Pendaftar Harus Verifikasi ke Sekolah, Belasan Ribu Lulusan SD Tidak Tertampung di SMP Negeri

Dinas Pendidikan Kota Semarang mengimbau kepada calon pendaftar PPDB online tingkat SMP agar melakukan verifikasi data setelah mendaftar online

Pendaftar Harus Verifikasi ke Sekolah, Belasan Ribu Lulusan SD Tidak Tertampung di SMP Negeri
TRIBUN JATENG/ALAQSHA GILANG IMANTARA
Petugas sekolah sibuk melayani orang tua peserta didik yang mendaftarkan putra - putrinya di ruang kelas SMPN 3 Demak, Selasa (21/5/2019). (Tribunjateng/Alaqsha Gilang Imantara) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Dinas Pendidikan Kota Semarang mengimbau kepada calon pendaftar PPDB online tingkat SMP agar melakukan verifikasi data setelah mendaftar online.

Hal ini penting untuk memastikan nama calon peserta didik tercantum di sekolah tujuan dan bisa mengikuti proses seleksi lanjutan.

Verifikasi data dilakukan dengan cara mendatangi sekolah pilihan pertama setelah mendaftar secara online.
Pada proses tersebut, petugas PPDB online akan mencocokkan data di masing-masing sekolah. Setelah melakukan verifikasi, maka peserta akan mendapatkan nomor pendaftaran.

"Berkaca dari pengalaman penerimaan peserta didik baru tingkat SD kemarin, masih ada satu dua peserta yang tidak melakukan verifikasi data setelah mendaftar online. Harapannya di penerimaan siswa baru tingkat SMP ini kejadian tersebut tidak terulang kembali,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, Selasa (11/6).

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP di Kota Semarang dibuka 13-15 Juni 2019. Pada jenjang ini daya tampung siswa mencapai 11.136 murid yang akan tertampung di 44 Sekolah Negeri.

Tahun ini lulusan SD/MI di Kota Semarang mencapai 25.616 siswa. Berarti ada belasan ribu lulusan SD tidak tertampung di sekolah negeri.

Bagi perserta yang kebingungan melakukan pendaftaran online bisa datang ke sekolah pilihan pertama untuk meminta bantuan petugas. Gunawan Saptogiri menjelaskan proses verifikasi data dilakukan selama masa pendaftaran atau pada 13-15 Juni 2019 di sekolah masing-masing yang dituju.

Pengumuman akan dilaksanakan pada 17 Juni. Proses verifikasi ini sangat penting karena sebagai syarat mengikuti proses seleksi selanjutnya. "Ada yang sudah mendaftar online tapi tidak verifikasi ya sama saja datanya tidak masuk. Tahap ini bertujuan untuk mencocokkan data, seperti identitas, zonasi, nilai.

Contohnya orang bisa saja ketika mendaftar nilai sebenarnya delapan tapi di pendaftaran online ditulis sembilan maka dalam tahap verifikasi hal semacam itu bisa diluruskan,” imbuhnya.

Melalui Perwal No 15 Tahun 2019 tentang penetapan daya tampung maka diputuskan minimal 90 persen berdasarkan zonasi, lima persen perpindahan domisili orang tua/wali ke daerah bagi TNI/Polri/PNS/BUMN/BUMD dan lima persen prestasi. Untuk prestasi bagi yang memperoleh penghargaan berjenjang tingkat internasional juara 1, 2 atau 3 maka bebas memilih sekolah tujuan. Sedangkan untuk prestasi tingkat nasional, hanya juara satu yang bebas memilih sekolah.

Untuk prestasi lainnya diberikan tambahan poin namun dengan syarat harus diverifikasi terlebih dahulu di Dinas Pendidikan. Selain itu pihak sekolah juga diberikan hak untuk menguji guna memastikan kebenaran prestasi yang dimiliki siswa.

Tahun ini Disdik Kota Semarang memberikan nilai lingkungan (NL) yaitu nilai tambahan yang diberikan kepada calon peserta didik apabila bertempat tinggal di sekitar satuan pendidikan atau sekolah yang dibuktikan dengan Kartu Keluarga (KK). Sedangkan rumus yang digunakan untuk menentukan Nilai Akhir Peringkat (NAP) adalah Nilai Zonasi ditambah 7/6 NUSBN ditambah Nilai Prestasi ditambah Nilai lingkungan.

Terkait dengan Zonasi, ditentukan berdasarkan alamat pada KK Kota Semarang yang diterbitkan paling singkat enam bulan tinggal di daerah sebelum pelaksanaan PPDB.

Apabila KK sudah satu tahun atau lebih bertempat tinggal di Kota Semarang, saat PPDB pindah alamat walaupun belum enam bulan maka tetap berada di zona 1 atau menggunakan KK lama. Disdik Kota Semarang bekerjasama dengan Disdukcapil untuk menangani bersama jika ada permasalahan kependudukan. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved