Asal Usul Nama Ketupat Jembut, Hanya Ada saat Syawalan di Jaten Cilik Semarang

membuat sebuah makanan khas lebaran yang hanya ada setahun sekali. Kemudian dinamakan Ketupat Jembut atau Ketupat Taoge.

Asal Usul Nama Ketupat Jembut, Hanya Ada saat Syawalan di Jaten Cilik Semarang
IST
Ketupat jembut atau ketupat taoge di Jaten Cilik Pedurungan Kota Semarang 

Ketupat jembut atau ketupat taoge hanya ada saat Syawalan atau Bodo Kupat di Kampung Jaten Cilik Pedurungan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masyarakat Dusun Jaten Cilik atau biasa disebut Kampung Jaten Cilik Kecamatan Pedurungan Kota Semarang mempunyai tradisi unik untuk merayakan lebaran ketupat atau syawalan.

Dalam perayaan ini, sejumlah 600-an warga dari 200-an KK membuat sebuah makanan khas lebaran yang hanya ada setahun sekali.

Biasa dinamakan 'Ketupat Jembut' atau Ketupat Taoge.

Ketupat taoge  atau yang juga dikenal dengan ketupat isi merupakan olahan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur) atau kadang-kadang dari daun palma.

Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Akan Ditutup Agustus 2019, Suwandi Minta WPS Diopeni

UPDATE Nasib Brigpol Dewi Seusai Video Panas Disebar : Dipecat, Diceraikan dan Kompol Ternyata Gay

Endang Dapat Durian Runtuh, Beli Toyota Avanza Dapat THR Toyota Innova

Heboh PPDB SMP di Karanganyar, Tengah Malam Wali Murid Mengantre, Bupati Akhirnya Undur 1 Juli 2019

Khusus pada ketupat taoge, makanan khas Asia Tenggara tersebut disuguhkan dengan posisi dibelah.

Kemudian dimasukkan taoge dan juga sambal kelapa.

Ratusan warga Jaten Cilik Pedurungan Kota Semarang memeriahkan Lebaran Ketupat dengan berebut Ketupat Jembut atau Ketupat Taoge yang hanya ada di Semarang 1 hari dalam setahun, Rabu (12/6/2019)
Ratusan warga Jaten Cilik Pedurungan Kota Semarang memeriahkan Lebaran Ketupat dengan berebut Ketupat Jembut atau Ketupat Taoge yang hanya ada di Semarang 1 hari dalam setahun, Rabu (12/6/2019) (ISTIMEWA)

Adapun ukurannya relatif lebih kecil dari ukuran biasa dengan asumsi sekali atau dua kali makan.

Uniknya, ketupat atau kupat taoge hanya ada sekali dalam setahun di Kota Semarang.

Lebih tepatnya pada hari H+7 Lebaran atau Idul Fitri.

Halaman
1234
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved