Ngopi Pagi

FOKUS : Tidak Lagi Mekar

NAMA Tim Mawar muncul atau dimunculkan lagi. Tim Mawar yang dahulu menjadi dalang operasi penculikan aktivis politik pro-demokrasi tahun 1998

FOKUS : Tidak Lagi Mekar
tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

Oleh Iswidodo
Wartawan Tribun Jateng

NAMA Tim Mawar muncul atau dimunculkan lagi. Tim Mawar yang dahulu menjadi dalang operasi penculikan aktivis politik pro-demokrasi tahun 1998 itu disebut lagi dalam pemberitaan. Padahal tim itu sudah bubar tahun 1999.

Ada pihak tertentu yang menduga, kerusuhan 21-22 Mei ada kaitannya dengan tokoh anggota Tim Mawar. Tapi hal itu segera dibantah. Mantan Komandan Tim Mawar Mayjend TNI (Purn) Chairawan membantah keterlibatannya dalam aksi 21-22 Mei 2019 lalu.

Di sisi lain, polisi akan panggil eks anggota Tim Mawar, bernama Fauka Noor Farid. Nama itu disebut oleh tersangka dalam BAP, diduga terlibat dalam mobilisasi massa. Polisi pun segera mendalami dugaan itu.

Kabag Penerangan Umum Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyatakan, penyidik terus menggunakan berbagai sumber untuk mengungkap kasus tersebut. Mungkinkah Tim Mawar yang sudah lama bubar kembali mekar?

Tentu tidak. Meskipun ada mantan anggota yang diduga terlibat, tentu bukan atas nama Tim Mawar.
Menilik dokumentasi pemberitaan, Tim Mawar dibentuk oleh Mayor Bambang Kristiono.

Dalam sidang di Mahkamah Militer, Bambang pernah mengaku bahwa kegiatan penculikan aktivis itu dilaporkan kepada komandan grup, saat itu yaitu Kolonel Chairawan. Kala itu tanggungjawab komando diberlakukan kepada para perwira pemegang komando. Akhirnya, sejumlah personel Tim Mawar diseret ke Mahkamah Militer setelah operasi penculikan aktivis terbongkar.

Pada April 1999, ada 11 anggota Tim Mawar yang diajukan ke Mahkamah Militer Tinggi II. Komandan Tim Mawar Mayor Inf Bambang Kristiono divonis 22 bulan penjara dan dipecat dari keanggotaan TNI. Serta sejumlah perwira dihukum 20 bulan penjara dan dipecat juga dari TNI. Tim Mawar telah bubar dan beberapa perwira nasibnya berakhir di Mahkamah Militer.

Fauka Noor Farid yang disebut-sebut diduga terlibat dalam kerusuhan aksi 22 Mei, sudah membantahnya. Fauka menegaskan bahwa dugaan yang menyebut dirinya terlibat, adalah tidak benar. Dia punya bukti bahwa dirinya tidak terlibat. Fauka juga membantah ikut rapat merencanakan demonstrasi dan kerusuhan itu.

Moeldoko selaku Kepala Kantor Staf Kepresidenan menyebut tak ada kelompok Tim Mawar dalam rangkaian kerusuhan 21-22 Mei lalu. Ia meminta istilah Tim Mawar jangan digunakan terkait aksi kerusuhan di sekitar gedung Bawaslu. Dalam kerusuhan kemarin itu tak ada Tim Mawar.

Di luar masalah itu semua, ada yang lebih penting, yaitu menyambut Sidang Pendahuluan Sengketa Hasil Pilpres yang akan digelar oleh Mahkamah Konstitusi tanggal 14 Juni. Sedangkan sidang putusan MK akan dilaksanakan besok 28 Juni.

Capres No 02 Prabowo Subianto meminta para pendukungnya agar tidak menggelar demonstrasi atau unjuk rasa massa di MK saat sidang sengketa hasil Pilpres 2019. Prabowo mengatakan, sudah ada delegasi yang mendampingi tim hukum Paslon No 02. Selain itu, ia juga ingin menghindari provokasi dan fitnah. Prabowo dan Sandiaga telah memutuskan untuk menyelesaikan sengketa Pilpres melalui jalur hukum dan konstitusi. Imbauan ini cukup melegakan. (*)

Penulis: iswidodo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved