Goenawan Mohammad Akan Tampilkan Karya Lukis dan Syairnya di Semarang Gallery

Pelukis dan penyair Goenawan Mohammad kembali melakukan pameran di Kota Semarang, tepatnya di Semarang Gallery Kota Lama.

Goenawan Mohammad Akan Tampilkan Karya Lukis dan Syairnya di Semarang Gallery
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Pengunjung sedang melihat pameran seni lukis "Don Quixote dan Hal-Hal Yang Belum Sudah" karya Goenawan Mohamad di Gallery Semarang, Kamis (13/6). Pameran seni lukis ini akan berlangsung hingga 14 Juli 2019. (Tribun jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelukis dan penyair Goenawan Mohammad kembali melakukan pameran di Kota Semarang, tepatnya di Semarang Gallery Kota Lama.

Pameran lukisan dan syair yang berhasil ia ciptakan akan mulai bisa dinikmati dari tanggal 15 Juni - 14 Juli 2019.

Puluhan lukisan yang disandingkan dengan syair-syairnya akan terpampang di lantai satu dan dua Semarang Gallery Kota Lama.

Wahyudin, sang kurator, mengatakan pameran lukisan tunggal karya Goenawan juga akan dilengkapi dengan arsip instalasi dari buku-buku ciptaannya.

"Semua saya buatkan meja biasa untuk meletakkan buku-buku tersebut. Tapi akhirnya pak Goenawan coba membuatnya sendiri," jelasnya, Kamis (13/6).

Pameran yang berjudul 'Don Quixote dan Hal-hal Yang Belum Sudah' memang akan banyak diisi oleh sosok Don Quixote.

"Don Quixote diciptakan oleh Cervantes untuk diolok-olok. Kemudian sejumlah pengarang lain melihatnya berbeda. Tokoh fiktif ini majenun karena imajinasi," ucap Wahyudin.

Tak hanya lukisan dan buku tentang Don Quixote saja yang akan dipamerkan. Melainkan juga 30 sketsa yang memiliki ceritanya masing-masing.

Goenawan mengatakan terharu dan bersyukur bisa diberi kesempatan untuk memamerkan karya-karyanya di Semarang Gallery Kota Lama.

"Menurut saya seni rupa dan sastra tidak jauh jaraknya. Memang sejak kecil saya suka menggambar dan punya cita-cita untuk jadi perupa. Walaupun orangtua tidak tahu itu apa," katanya.

Bagi Goenawan, lukisan, sketsa, dan syairnya tidak dibuat untuk menghasilkan sebuah cerita. Melainkan sebuah suasana.

"Yang terpenting bukan orangnya, tapi karyanya. Apa yang saya buat bisa menjelaskan jika ada sebuah tempat yang sangat bagus dan indah," papar penulis Catatan Pinggir majalah Tempo ini.

Menurut rencana, pembukaan pameran akan dibuka oleh Gus Mus dan sore harinya akan diisi dengan empat orang artist talk.

"Semarang Gallery juga harus diperhitungkan. Karena bisa jadi nanti Kota Lama memberikan sumbangan seni-nya Kota Semarang," tutupnya.(afn)

Penulis: faisal affan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved