Hadir di Halalbihalal RSUD Soewondo, Bupati Pati Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Ditunda

Bupati Pati Haryanto menghadiri Acara Halalbihalal di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (13/6/2019).

Hadir di Halalbihalal RSUD Soewondo, Bupati Pati Tegaskan Pelayanan Kesehatan Tak Boleh Ditunda
Ist/Humas Setda Kabupaten Pati
Bupati Pati Haryanto memberi sambutan dalam acara halalbihalal di RSUD RAA Soewondo, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Bupati Pati Haryanto menghadiri Acara Halalbihalal di RSUD RAA Soewondo Pati, Kamis (13/6/2019). Kegiatan ini diikuti pula oleh para dokter dan pegawai.

Dalam sambutannya, Haryanto menyampaikan rasa syukur karena hampir semua organisasi perangkat daerah (OPD) bergantian menyelenggarakan halalbihalal.

"Kemarin di DKK dan DPU TR, tadi di PKK. Budaya dan kebiasaan silaturahim paling kental di Jawa. Mungkin untuk di luar Jawa ada, tetapi tidak sekental di Jawa. Halal bihalal merupakan momentum yang baik karena bisa satukan berbagai kalangan," ungkapnya.

Wakil Bupati Pati Harap Tradisi Lomban Kupatan Sambiroto Jadi Daya Tarik Pariwisata

Kalau dimaknai, lanjut Haryanto, halalbihalal mengajak untuk rukun, guyub dalam kebersamaan.

"Setiap tahun saya pastikan meluangkan waktu untuk bisa hadir pada acara halalbihalal di sini. Sebab kita punya kepentingan di rumah sakit. Pelayanan di rumah sakit tidak sama dengan pelayanan di tempat lainnya, karena pelayanan di rumah sakit sifatnya tidak bisa ditunda," tuturnya.

Berbeda dari pelayanan umum lainnya seperti pengurusan KTP yang bisa ditunda hingga satu bulan dan digantikan dengan surat keterangan, pelayanan kesehatan tidak bisa ditunda.

"Contohnya seperti orang mau melahirkan. Kan tidak bisa ditunda. Jadi bila ada yang belum mendapat cuti janganlah mengeluh. Kalau semua cuti, bagaimana nanti pelayanan rumah sakit?" tanyanya retorik.

Niatan halalbihalal, lanjut Bupati, adalah untuk menyatukan kebersamaan agar semua bisa lebur.

"Terlebih pada pelayanan kesehatan, karena pelayanan kesehatan menjadi sasaran seluruh lapisan masyarakat mulai dari yang miskin sampai yang kaya. Karena itu, semua harus mendapat pelayanan yang sama tanpa membedakan. Sekalipun ada layanan BPJS gratis," pungkasnya. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved