Hingga 2018, BPJS Ketenagakerjaan Kumpulkan Dana Rp 374,3 Triliun dari Pesertanya

BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk tahun 2018.

Hingga 2018, BPJS Ketenagakerjaan Kumpulkan Dana Rp 374,3 Triliun dari Pesertanya
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Pegawai sedang memberi pelayanan kepada customer, di Kantor BPJS Ketenagakerjaan, Jl. Pemuda Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - BPJS Ketenagakerjaan (BPJSTK) kembali mencatatkan kinerja keuangan yang menggembirakan untuk tahun 2018.

Direktur Keuangan BPJSTK, Evi Afiatin menyampaikan, dari indikator utama kinerja BPJSTK dan Dana Jaminan Sosial (DJS) Ketenagakerjaan tahun 2018 yang digunakan untuk memberikan manfaat terbaik bagi peserta, telah tercapai di atas target yang telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil audit terhadap Laporan Keuangan tahun 2018 yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), Mirawati Sensi Idris (member firm of Moore Stephens International Limited), telah diraih predikat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian).

Audit atas Laporan Pengelolaan Program tahun 2018 oleh KAP, Razikun Tarko Sunaryo juga meraih predikat asuransi sesuai dengan (comply with) kriteria yang berlaku pada Peraturan Presiden Nomor 108 Tahun 2013.

5 Anggota KPPS di Demak yang Meninggal Dunia Akhirnya Dapat Santunan dari BPJS Ketenagakerjaan

Dalam hal cakupan perlindungan kepesertaan sampai dengan akhir tahun 2018, sebanyak 50,57 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJSTK, dengan 30,46 juta tenaga kerja peserta aktif, dan 560,73 ribu pemberi kerja aktif.

"Sepanjang Tahun 2018, BPJS Ketenagakerjaan berhasil menghimpun iuran sebesar Rp 65,1 triliun," tutur Evi Afiatin, pada Tribunjateng.com, Kamis (13/6/2019).

Aset DJS yang dikelola BPJSTK meningkat 15% dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar Rp 359,4 triliun.

Jika ditambah dengan aset badan dari BPJSTK sebesar Rp 14,9 triliun, maka sampai dengan penghujung tahun 2018 secara total BPJSTK mengelola aset sebesar Rp 374,3 triliun.

Dari total aset tersebut sebesar Rp 364,9 triliun telah diinvestasikan dengan menghasilkan pendapatan investasi yang direalisasikan sebesar Rp 27,3 triliun, untuk memberikan imbal hasil kepada peserta Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 6,26% pa, atau 1,07% lebih tinggi dari bunga deposito rata-rata perbankan pemerintah sebesar 5,19% pa.

"Perlu diketahui hasil pengembangan investasi DJS di BPJSTK tersebut tidak dikenakan pajak, sedangkan bunga deposito di perbankan dikenakan pajak sebesar 20%. Dengan demikian imbal hasil JHT yang diterima peserta secara neto 2,11% lebih tinggi dari bunga deposito," terangnya.

BPJS Kembangkan Sistem Fingerprint, Cukup Pakai Sidik Jari Untuk Berobat

Halaman
12
Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved