Jelang Sidang Perdana Sengketa Pilpres, Bupati & Ketua MUI Kabupaten Batang Larang Warga ke Jakarta

Bupati Batang Wihaji meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batang untuk bersama menjaga persaudaraan

Jelang Sidang Perdana Sengketa Pilpres, Bupati & Ketua MUI Kabupaten Batang Larang Warga ke Jakarta
ISTIMEWA
Bupati Batang Wihaji meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batang untuk bersama menjaga persaudaraan 

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Menjelang sidang perdana gugatan hasil pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK) tanggal 14 Juni 2019 mendatang, sejumlah komponen masyarakat Kabupaten Batang bersatu menolak mobilisasi massa.

Bupati Batang Wihaji meminta kepada seluruh masyarakat Kabupaten Batang untuk bersama menjaga persaudaraan dan sikapi dengan terus guyub rukun dan bersatu.

“Jangan sampai warga Kabupaten Batang di manfaatkan oleh sekelompok orang atau golongan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan,” tegas Bupati Wihaji, dalam rilis.

Menurut Wihaji, negara Indonesia adalah negara besar dan dibutuhkan orang-orang yang berfikir besar tentang Indonesia dan membutuhkan orang - orang yang memiliki jiwa negarawan.

"Oleh karena itu, saya meminta dan berharap kepada seluruh warga Kabupaten Batang tetap tetap menjaga guyub rukun dan persaudara.

Tunjukan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia bahwa warga Kabupaten Batang tidak mudah terpecah helah dan terprovokasi oleh golongan yang tidak bertanggungjawab yang akan memecahah belah Bangsa," ujarnya.

Wihaji mengungkapkan, bahwa betapa Indahnya mempererat tali Persaudaraan, dari pada membuat perpecahan, hanya karena dimanfaatkan suatu golongan.

Hal senada juga diungkapkan Ketua MUI KH. Zainul Irokhi yang menolak segala bentuk kekerasan dan mobilisasi massa yang bertujuan memecah belah persatuan.

“Ulama bersama Umaro dan masyarakat harus bersinergi menolak segala bentuk teror dan radikalisme yang bertujuan untuk memecah belah persatuan bangsa,” ujarnya.

Dia juga mengimbau, untuk memberikan ceramah keagamaan di masjid-masjid untuk tidak menyinggung maslah politik.

“Kami mengimbau khatib dan takmir Masjid jangan ada ceramah yang menyinggung politik sampai ada keputusan MK. Sebab, keputusan MK adalah yang terbaik. Biarkan warga Kabupaten Batang bersih tanpa terdoktrin isu-isu politik,” ungkap KH.Zainul Irokhi.

Selain itu dia juga mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Batang, kita telah selesai melaksanakan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, semoga hati dan jiwa kita suci dan bersih dan kembali fitri.

“Oleh karenaya, janganlah kita kotori dengan ucapan dan caci maki,” pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved