Kadinhub Kota Pekalongan Buru Pengelola Parkir Liar di Festival Balon Udara 2019

Kadinhub Kota Pekalongan, Slamet Peihantono marah mendengar adanya keluhan masyarakat tentang tarif parkir saat pelaksanaan Java Balon Festival.

Kadinhub Kota Pekalongan Buru Pengelola Parkir Liar di Festival Balon Udara 2019
ISTIMEWA
Karcis parkir saat pelaksanaan acara Java Balon Festival di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan Rabu (12/6/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan, Slamet Peihantono marah mendengar adanya keluhan masyarakat tentang tarif parkir saat pelaksanaan Festival Balon Udara 2019 atau Java Balon Festival.

Pasalnya, tarif parkir saat pelaksaan festival yang dilaksanakan Rabu (12/6/2019) lalu, di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, senilai Rp 5 ribu untuk roda dua, dan mobil mencapai Rp 10 ribu.

“Padahal tarif parkir sudah diatur dalam Perda Kota Pekalongan nomor 1 tahun 2017. Untuk tarif normal roda dua dikenakan Rp 1.000, dan roda empat Rp 2.000,” paparnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/6/2019).

Dilanjutkannya, tarif parkir acara atau insidentil juga diatur Perda dengan tarif Rp 2.000 untuk roda dua, dan Rp 3.000 untuk roda empat.

Karcis parkir kendaraan roda empat saat pelaksanaan acara Java Balon Festival di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan Rabu (12/6/2019) lalu.
Karcis parkir kendaraan roda empat saat pelaksanaan acara Java Balon Festival di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan Rabu (12/6/2019) lalu. (ISTIMEWA)

“Keterlaluan jika dimintai Rp 5 sampai 10 ribu untuk parkir. Padahal jika yang meminta petugas parkir resmi pasti disertai surat tugas yang saya keluarkan. Namun saat acara saya sama sekali tidak menandatangani surat tugas untuk parkir, berarti mereka parkir liar,” tegasnya.

Slamet meminta masyarakat melaporkan, atau memotret pelaku yang meminta tarif parkir melebihi Ketentuan Perda.

“Kami akan cari siapa oknumnya, kalau ada yang punya bukti foto oknum tersebut bisa langsung memberi tahu kami. Karena tindakan tersebut merupakan tindakan ilegal, bahkan mereka berani memberikan karcis parkir kepada pengunjung,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved