Liga 1 2019: Duduk di Papan Tengah Klasemen, PSIS Semarang Diminta Hati-hati

PSIS Semarang tampil gemilang dalam tiga kali penampilannya diawal kompetisi Liga 1 musim ini.

Liga 1 2019: Duduk di Papan Tengah Klasemen, PSIS Semarang Diminta Hati-hati
TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL SAPUTRA
PSIS Semarang menjalani latihan di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Senin (10/6/2019). Latihan ini merupakan latihan perdana pemain PSIS pasca mendapat jatah jeda libur lebaran selama sembilan hari. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- PSIS Semarang tampil gemilang dalam tiga kali penampilannya diawal kompetisi Liga 1 musim ini. Skuat Mahesa Jenar tampil meyakinkan dengan koleksi empat poin.

Setelah gagal mengamankan poin kandang di laga perdana lewat kekalahan 1-2, PSIS bangkit di dua laga berikutnya dengan mengalahkan Persija Jakarta 2-1, dan mencuri satu poin di kandang Persebaya Surabaya dengan skor 1-1.

Koleksi empat poin yang dimiliki PSIS sejauh ini, membuat skuad asuhan Jafri Sastra tersebut berada di posisi delapan. Koleksi yang sama dengan beberapa tim pesaing lainnya, yakni Persib Bandung, PS Tira Kabo, Bhayangkara FC, Kalteng Putra, dan Borneo FC.

Jika dibandingkan dengan kiprah PSIS di Liga 1 musim lalu, dalam tiga laga awal PSIS hanya mampu mengoleksi dua poin.

Menanggapi performa apik PSIS di awal musim ini, CEO PSIS Semarang, Yoyok Sukawi mengakui hasil tersebut sebagai modal berharga menatap laga selanjutnya. Namun, disisi lain membuat PSIS menjadi tim yang diperhitungkan pesaingnya.

"Sebetulnya kita tahun ini startnya lumayan bagus. Tidak seburuk tahun lalu. Ini sebuah keuntungan karena start yang baik itu menjadi modal di pertandingan berikutnya supaya lebih mudah. Jadi kita sudah punya tabungan poin terlebih dahulu. Cuma, kami sekarang itu pasti juga dipandang serius sama tim lain," kata Yoyok, Rabu (12/6/2019).

Untuk itu, lanjut dia, PSIS harus lebih berhati-hati untuk pertandingan berikutnya.

"Makanya kami harus lebih hati-hati. Kalau tahun lalu kan mungkin kami dianggap remeh tentu dari sisi teknis kita lebih diuntungkan, tapi sekarang dengan kita dianggap tim yang berbahaya tentu kita juga akan berat untuk mengambil poin, tim-tim lebih respect lagi ke kita," kata Yoyok.

Namun demikian, hal tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi pemain PSIS untuk tetap menjaga performanya serta mampu tampil konsisten dengan meraih hasil positif di laga-laga berikutnya.

"Kami berharap bisa menjadi motivasi dan menambah rasa percaya diri mereka lebih meningkat. Kan semua lini mulai terlihat bermain bagus, dan kalau dilihat dari tiga pertandingan kemarin anak-anak berani bermain lebih terbuka," kata pria yang juga menjabat sebagai anggota Exco PSSI ini.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved