Masih Banyak Balon Udara Terbang Liar di Langit Kota Pekalongan

Walaupun tindakan tersebut dilarang, dan sudah disediakan wadah berupa perlombaan balon udara, namun masih banyak dijumpai balon udara terbang bebas

Masih Banyak Balon Udara Terbang Liar di Langit Kota Pekalongan
ISTIMEWA
Operasi balon udara oleh aparat keamanan serta Satpol PP Kota Pekalongan, Rabu (12/6/2019) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Suara ledakan terdengar dari sejumlah arah mata angin sedari pagi hingga siang di Kota Pekalongan.

Suara tersebut berasal dari petasan yang diikatkan di balon udara dan diterbangkan secara bebas ke udara.

Walaupun tindakan tersebut dilarang, dan sudah disediakan wadah berupa perlombaan balon udara, namun masih banyak dijumpai balon udara terbang bebas dalam perayaan Syawalan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dinhub) Kota Pekalongan, Slamet Prihantono, yang juga ketua panitia Java Balon Festival memberikan komentar.

Slamet mengaku masih ada balon udara disertai petasan diterbangkan di langit Kota Pekalongan.

“Memang masih ada balon udara yang diterbangkan pagi tadi, namun kami bersama TNI Polri menyebar anggota untuk mengawasi dan memberikan penindakan,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Kamis (13/6/2019).

Ia menegaskan, balon udara dan petasan membahayakan bagi dunia penerbangan dan masyarakat.

“Untuk itu kami gelar operasi balon yang melibatkan seluruh komponen baik TNI Polri dan jajaran Pemkot. Kami sebar anggota ke masing-masing wilayah dari Rabu (12/6) lalu,” katanya.

Dalam operasi Rabu lalu, dilanjutkannya, petugas mendapati 14 balon udara yang akan diterbangkan secara liar.

“Untuk awal kami lalukan pembinaan, tapi ke depan kami akan berikan tindakan dan denda sesuai hukuman yang berlaku. Karena balon yang disertai petasan sangat membahayakan,” tuturnya.

Ia mengimbau agar masyarakat tertib saat merayakan bulan Syawal,dan tidak menerbangkan balon udara disertai petasan secara bebas.

“Sudah ada wadahnya lewat festival balon, dan kami ajak Kabupaten Batang serta Pekalongan ikut serta. Alhamdulilah kini jumlah balon udara yang terbang bebas sedikit menurun jumlahnya, karena masyarakat mulai sadar, bahkan dari Batang ada 2 peserta dan Kabupaten Pekalongan 22 peserta yang mengikuti festival balon Rabu lalu, dengan total 107 peserta,” kata Slamet.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan Kota, AKBP Ferry Sandy Sitepu menambahkan, jajarannya sudah melakukan koordinasi bersama AirNav Indonesia.

“Selain bersama kami, AirNav juga melakukan koordinasi dengan Satpol PP Kota Pekalongan untuk mengawasi adanya penerbangan balon udara secara liar,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved