Pembakar Bocah di Pati Bersekolah Kelas 2 SMP dan kelas 5 SD

Bocah yang biasa dipanggil oleh teman-temannya sebagai Irul (10) itu terbaring di ruang PICU RSUP Kariyadi.

Pembakar Bocah di Pati Bersekolah Kelas 2 SMP dan kelas 5 SD
TRIBUNJATENG/LIKEADELIA
Kondisi Irul di ruang PICU RSUP Kariyadi , korban pembakaran oleh temannya sendiri dari Pucakwangi Winong Pati. 

Bermain dengan teman sebaya memang menyenangkan. Namun apes bagi bocah ini karena mengalami luka bakar serius sehari jelang Lebaran, diduga dibakar oleh temannya.

TRIBUNJATENG.COM -- Menyedihkan! Seorang bocah mengalami luka bakar di muka dan beberapa bagian tubuh lainnya. Bocah yang biasa dipanggil oleh teman-temannya sebagai Irul (10) itu terbaring di ruang PICU RSUP Kariyadi. Mukanya diperban dan dibalut kapas putih.

Bocah kelas 4 SD itu terpaksa merayakan Lebaran di pembaringan rumah sakit. Dia pun sedih tak bisa bergembira dan meluapkan kebahagiaan saat Idul Fitri bersama keluarga dan teman-temannya di Desa Karangrejo RT 4 RW 1 Kecamatan Pucakwangi, Pati Jawa Tengah.

Kini dia masih harus menahan sakit akibat luka bakar di tubuhnya. Sejak Selasa (4/6/2019) malam dia dirujuk ke RSUP dr Kariadi di Kota Semarang. Sebelumnya, sesaat setelah kejadian, bocah ini dibawa ke RS di Juwana Pati. Kemudian dirujuk ke RSUD dr Soewondo Pati. Karena kondisi demikian, kemudian dirujuk ke RSUP dr Kariadi.

UPDATE: Fakta Baru Bocah Dibakar di Pati, Polisi: Bukan Dibakar Tapi Kelalaian Main Mercon Bumbung

Bocah itu diduga menjadi korban pembakaran oleh temannya sendiri di Karangrejo, Pucakwangi, Winong Pati.
Irul, sapaan akrabnya, mengalami luka bakar setelah dibakar oleh teman sebayanya pada Selasa 4 Juni. Diduga, Irul disiram pakai spirtus dicampur pertalite saat sedang main bersama temannya.

"Selasa siang sekitar jam dua, dia pulang sudah dalam keadaan terbakar, sambil teriak panas, gak betah aku Bu, panas," kata Khusna (39) ibunda Irul. Tribun Jateng menemui dan menjenguk Irul yang terbaring di RSUP dr Kariadi, Rabu (12.6). Sang bunda tampak berusaha sabar menunggui putranya, sambil menghibur dan menguatkannya.

Khusna menceritakan, Selasa pagi itu anaknya sedang mengelap toples untuk persiapan Lebaran bersama sang kakak. Kemudian Irul dipanggil oleh temannya (diduga sebagai pelaku) untuk bermain. Saat itu ada dua temannya yang memanggil.

Irul sempat pulang dari bermain lalu pergi lagi. Kemudian sambil mengerang kesakitan, Irul pulang ke rumah dalam kondisi muka terbakar, Selasa sekira pukul 14.00 WIB.

Sebagai orangtua tentu sangat sedih dan kaget melihat anaknya mengalami hal demikian. Orangtua Irul yaitu Khusna (petani) dan Masruin (kuli bangunan) segera membawa Irul ke RS Budi Agung Juwana Kabupaten Pati.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved