Selama Libur Lebaran 2019, Volume Sampah di Batang Meningkat 15 Persen

Volume sampah yang diangkut petugas sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) selama libur lebaran 2019 meningkat 15 Persen.

Selama Libur Lebaran 2019, Volume Sampah di Batang Meningkat 15 Persen
TRIBUNJATENG/Dina Indriani
Kondisi sampah yang menumpuk di TPA Randukuning Batang, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Volume sampah yang diangkut petugas sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Kabupaten Batang selama libur lebaran 2019 meningkat 15 Persen.

Biasanya petugas mengangkut sekitar 230-240 kubik sampah perharis, maka lebaran ini ada sekitar 270-280 kubik sampah per hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batang, Agus Riyadi menerangkan, naiknya volume sampah ini disebabkan lantaran naiknya konsumsi dan penggunaan sampah di kalangan masyarakat khususnya menjelang lebaran dan pasca lebaran.

"Lebaran ini memang wajar jika terjadi peningkatan, karena kebutuhan juga membludak dan berpengaruh pula pada konsumsi sampah masyarakat. Apalagi Batang ini termasuk kota transit yang kedatangan pemudik baik itu hanya sekadar singgah, atau ada warga yang mudik ke kampung halamannya yang ada di Batang," terangnya Kamis (13/6/2019)

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah berusaha mengatasi naiknya volume sampah tersebut dengan sistem lembur.

Bahkan hingga H-1 lebaran pihaknya mengadakan lembur hingga pukul 3 pagi untuk memberikan kenyamanan dan kebersihan lingkungan saat hari pertama Idul Fitri.

"Untuk menyambut lebaran kemarin bahkan petugas kami lembur hingga jam 3 pagi. Sehingga ketika hari pertama lebaran kondisi lingkungan sudah mulai bersih," ujarnya.

Sementara untuk mengatasi sampah yang ada saat lebaran H+1 pihaknya juga sudah mulai melakukan pengangkutan sampah.

Agus berharap, ke depan masyarakat bisa mendukung pemkab dengan pengetahuan pengelohan sampah.

"Masyarakat diharapkan pula mampu membatasi penggunaan sampah plastik yang sulit terurai," ujarnya

Ia juga mengapresiasi upaya beberapa kelompok masyarakat yang membantu mengolah sampah menjadi bernilai ekonomis dimana bisa mengurangi volume sampah yang ada di penampungan sampah.

"Sedang kami upayakan berbagai solusinya agar permasalahan sampah ini bisa teratasi, hanya saja menunggu realisasi anggaran dan sementara ini bisa didukung lewat upaya dan kesadaran masyarakat,"tuturnya.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat diperlukan dalam pengelolaan sampah, baik daur ulang maupun bank sampah.

"Untuk sejauh ini beberapa sudah jalan dan sangat membantu kami dalam penangan sampah," pungkasnya.(din)

Penulis: dina indriani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved