Soal Binatur River Walk yang Mangkrak, DPU Kota Pekalongan Minta Warga Ajukan Permohonan Pengaktifan

Dinas Pelerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan tanggapi permintaan warga tentang perbaikan Binatur River Walk

Soal Binatur River Walk yang Mangkrak, DPU Kota Pekalongan Minta Warga Ajukan Permohonan Pengaktifan
Tribunjateng.com/Budi Susanto
Kondisi Binatur River Walk Kota Pekalongan, Kamis (13/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Pekalongan tanggapi permintaan warga tentang perbaikan Binatur River Walk.

Adapun permintaan warga tentang perbaikan jalan setapak dan taman sepanjang sungai Binatur.

DPU pun menyarankan warga mengajukan permohonan perbaikan secara langsung ke kantor DPU.

Khaerudin Kabid Penataan Ruang DPU Kota Pekalongan, saat dikonfirmasi Tribunjateng.com menjelaskan, penataan Binatur River Walk terkendala adanya tanah pribadi milik warga.

“Adanya tanah milik warga manjadi kendala perbaikan Binatur River Walk. Namun kami sarankan, jika taman tersebut ingin ditata ulang masyarakat bisa mengajukan permohonan ke kami,” paparnya, Kamis (13/6/2019).

Binatur River Walk dilanjutkannya, masuk dalam Perda Sempadan nomor 7 tahun 2012.

“Memang sudah ada Perda yang mengatur kawasan tersebut, jika masyarakat meminta akan kami ajukan ke Pemkot tentang perbaikannya,” tuturnya.

Ilalang tumbuh tinggi di Binatur River Walk Kota Pekalongan, Kamis (13/6/2019).
Ilalang tumbuh tinggi di Binatur River Walk Kota Pekalongan, Kamis (13/6/2019). (Tribunjateng.com/Budi Susanto)

Khaerudin mengatakan, jika Binatur River Walk diaktifkan kembali bisa menambah luasan lahan hijau di Kota Pekalongan.

“Kami akui Lahan Terbuka Hijau (RTH) masih kurang, jika Binatur River Walk dibangun bisa menambah luasan RTH yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan, peraturan tata ruang dalam Perda nomor 30 tahun 2011 di Kota Pekalongan sudah tidak relevan.

“Maka dari itu kami ajukan ke Pemerintah Pusat terkait revisi Perda tata ruang, dan kami tinggal menunggu persetujuan. Karena Perda tersebut sudah tidak relevan jika diterapkan untuk penataan tata ruang di Kota Batik,” tambahnya. (*)

Penulis: budi susanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved