Turunnya Harga Bawang Mampu Tahan Laju Inflasi Mei 2019 di Jateng

Turunnya harga bawang merah dan putih selama Mei 2019 turut menjaga inflasi pada periode tersebut di angka 0,33 persen.

Turunnya Harga Bawang Mampu Tahan Laju Inflasi Mei 2019 di Jateng
Tribunjateng.com/Rifqi Gozali
Bawang putih 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Turunnya harga bawang merah dan putih selama Mei 2019 turut menjaga inflasi pada periode tersebut di angka 0,33 persen.

Data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, pada April 2019 inflasi sempat berada di atas 0,45 persen. Saat itu harga bawang terutama bawang putih sedang naik.

Pemerintah kemudian mengambil kebijakan impor bawang, hingga akhirnya harga lebih stabil. Kebijakan itu kemudian menekan laju inflasi pada awal Ramadan.

Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono menjelaskan, beberapa komoditas selain bawang yang turut menahan laju inflasi adalah turunnya harga beras hingga sayur-sayuran.

Meski demikian naiknya beberapa komoditas menjadi penyebab utama Inflasi pada Mei. Beberapa di antaranya adalah naiknya harga cabai merah, hingga ayam ras, hingga komoditas sandang mulai dari baju hingga sarung tenun.

"Kalau mungkin komoditas itu tidak naik maka inflasi akan turun lebih banyak lagi," kata Sentot.

Ia juga menjelaskan, laju inflasi tertinggi terjadi di beberapa kota di Jateng. Purwokerto duduk di peringkat paling atas dengan 0,48 persen. Setelah itu disusul Kota Semarang dengan 0,36 persen dan Kota Tegal 0,30 persen.

"Inflasi di Jateng Bulan Mei terjadi karena kenaikan indeks pada kelompok pengeluaran. Mulai dari kelompok bahan makanan sebesar 0,62 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,47 persen; dan sandang sebesar 0,43 persen," tambahya.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved