Angka Kecelakaan di Jateng Menurun saat Mudik Lebaran, Sekda dan Dishub Gelar Syukuran

Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik di Jawa Tengah yang berlangsung pada 29 Mei sampai dengan 12 Juni 2019, turun signinifikan.

Angka Kecelakaan di Jateng Menurun saat Mudik Lebaran, Sekda dan Dishub Gelar Syukuran
ISTIMEWA
Sekda Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono (kanan) dan Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Satriyo Hidayat (kiri) bersalaman dan berbagi tumpeng sebagai penutup posko terpadu lebaran 2019, di Wisma Perdamaian (14/6). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Angka kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik di Jawa Tengah yang berlangsung pada 29 Mei sampai dengan 12 Juni 2019, turun signinifikan.

Jika pada 2018 lalu, angkanya mencapai 1.410 kejadian, tahun ini mampu ditekan hanya sebanyak 409 kejadian.

“Secara umum, kejadian kecelakaan arus mudik di Jawa Tengah turun hingga 64 persen. Dirlantas menyampaikan, kecelakaan kita tahun ini 409 kejadian. Tahun lalu 1.410 kejadian. Karena angka kejadiannya turun, maka korbannya juga menurun,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sri Puryono, saat menutup Posko Terpadu Lebaran 2019 di Wisma Perdamaian, Jumat (14/6/2019).

Keberhasilan tersebut menunjukkan perencanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran dilaksanakan dengan baik dan tepat.

Maka, Sri Puryono yang juga Ketua Posko Terpadu Lebaran menyampaikan apresiasi pada seluruh pihak.

Saat Perbaiki Televisi, Seorang Warga Jatibarang Brebes Tewas Tersetrum

Baik dari jajarannya maupun dengan mitra kerja, seperti PMI (Palang Merah Indonesia), ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia), Pramuka, kepolisian dan RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia), yang telah bekerja maksimal.

Namun, dia menambahkan, meski angka kecelakaan turun signifikan, tetap ada hal-hal yang perlu dievaluasi.

Satu di antaranya jika dilakukan contraflow, perlu berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak contraflow, seperti organda (Organisasi Angkutan Darat).

“Contraflow yang dilakukan Dirlantas kemarin luar biasa karena efektif sekali mengurangi kemacetan. Kalau tidak ditutup, bisa 60-70 km macetnya. Saya tidak mau ada tol justru macet. Namun, ke depan perlu berkomunikasi dengan pihak-pihak yang terdampak contraflow. Organda dilibatkan,” harapnya.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengakui, saat dilakukan contraflow arus balik, belum dilakukan komunikasi dengan organda.

Sehingga, bus-bus mengalami keterlambatan masuk ke terminal.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved