Atraksi Burung Hantu di Kawasan Dieng Jadi Satu dari Sekian Penyebab Minimnya Wisman

Ada atraksi burung hantu membuat kawasan wisata Dieng masih minim kunjungan dari wisatawan mancanegara.

Atraksi Burung Hantu di Kawasan Dieng Jadi Satu dari Sekian Penyebab Minimnya Wisman
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
Wisatawan Bisa Foto Selfie dengan Burung Hantu di Bibir Kawah Sikidang Dieng 

Buktinya, dari data Kementerian Pariwisata, Dieng pernah mengalami puncak kejayaannya di tahun 1990 an.

Pada tahun 1990 misalnya, kunjungan wisatawan asing ke Dieng mencapai 42987 orang.

Hingga tahun 1997, kunjungan turis asing ke Dieng masih di atas 20 ribu orang meski cenderung menurun setiap tahunnya.

Mulai tahun 1998, kunjungan turis asing ke Dieng turun drastis, hanya di angka sekitar 10 sampai 11 ribuan orang.

Praktisi Pariwisata dari Kementerian Pariwisata Ary Basoeki menyebut, kondisi tersebut dipengaruhi antara lain oleh krisis sosial ekonomi dan politik Indonesia pada tahun 1997-1998.

Rendahnya kunjungan wisatawan Dieng juga turut dipengaruhi penurunan kualitas objek wisata dan lingkungan.

Tingginya kegiatan intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian memperparah keadaan karena memicu kerusakan struktur tanah di dataran tinggi Dieng.

Degradasi lingkungan ini tak ayal mengakibatkan rusaknya objek atraksi ekowisata Dieng.

Mengamati Penangkaran Burung Hantu di Desa Wisata Tlogoweru Guntur Demak

Belum selesai dengan persoalan tersebut, Dieng belakangan ini menjadi sorotan pemerhati lingkungan hingga masyarakat internasional.

Gara-garanya, satu di antara objek andalan Dieng, Kawah Sikidang, menawarkan aksi peragaan burung hantu di siang hari. Tentu saja, atraksi satwa ini menuai kecaman banyak pihak.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved