Bupati Karanganyar Ubah PPDB Tingkat SMP Jadi 1-4 Juli, Sejumlah Orangtua Antre Sejak Malam

Perjuangan orangtua agar anaknya bisa diterima di SMP Negeri favorit sangat menggebu-gebu. Mereka sudah antre di sekolah sejak Rabu malam

Bupati Karanganyar Ubah PPDB Tingkat SMP Jadi 1-4 Juli, Sejumlah Orangtua Antre Sejak Malam
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah
Persyaratan PPDB SMA Provinsi Jateng 2019 

TRIBUNJATENG.COM -- Perjuangan orangtua agar anaknya bisa diterima di SMP Negeri favorit sangat menggebu-gebu. Mereka sudah antre di sekolah sejak Rabu malam demi mendapat nomor antrean awal.

Umumnya orangtua atau wali calon murid antre di sekolah untuk mendaftarkan anaknya sejak pagi atau dini hari. Namun di Karanganyar tepatnya di SMPN 1 Tawangmangu, sejumlah orangtua sudah antre sejak malam hari.

Jadwal semula, pendaftaran PPDB tingkat SMP di Kabupaten Karanganyar berlangsung 13 Juni 2019 sebagaimana di Kota Semarang. Uniknya, para orangtua sudah antre di SMP favorit di Kabupaten Karanganyar itu sejak tanggal 12 Juni malam. Pendaftaran akan dimulai Kamis 13 Juni, mereka sudah antre dan berjubel di sekolah itu sejak Rabu malam.

Mengetahui kondisi itu, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengubah dan mengundur waktu pendaftaran PPDB tingkat SMP, yang semula akan digelar 13 Juni berubah jadi 1 Jul 2019. Iya, di Kabupaten Karanganyar, PPDB SMP akan berlangsung 1-4 Juli.

Pantauan Tribunjateng.com di SMPN 1 Tawangmangu Karanganyar, tampak ratusan orangtua atau wali murid mengantre sebelum dibukanya pendaftaran PPDB pada 13 Juni. Meski pendaftaran baru akan dibuka pada Kamis (13/6) pukul 07.30, para orangtua wali murid sudah berdatangan mengantre di sekolah tersebut sejak pukul 23.00 WIB. Hingga pukul 24.00, mereka masih bertahan di sekitaran sekolah.

Mereka rebutan antre pagi lantaran adan peraturan bahwa siswa yang diterima melalui seleksi zona 2 berdasarkan urutan yang lebih dulu mendaftar. "Saya putuskan diundur tanggal 1 Juli. Sistemnya online tidak seperti itu (offline). Diundur karena, gejalanya kalau offline harus antre seperti itu, kasihan wali murid. Online kan bisa. Tetap zonasinya tapi sistemnya online. Peraturannya juga tidak terlalu saklek waktunya," kata Bupati Karanganyar Juliyatmono kepada Tribun Jateng.

Menurut Bupati, di kabupaten lain juga masih panjang pembukaan PPDB tanggal 5 Juli. Bupati minta panitia mempersiapkan sebaik-biaknya. "Dulu pakai online dibiayai BOS, kita akan biayai menggunakan APBD," kata Bupati Juliyatmono, Rabu malam.

"Supaya orang tidak terlalu berjubel, kasihan. Antrian itu kan bagi mereka ingin cepat untuk mendaftar, karena jumlah pendaftar itu ditentukan oleh percepatan urutan mendaftar. Bukan urutan prestasi. Sehingga mereka berjubel. Sistemnya online. Kalau online kan orang tidak bersentuhan dengan antrean, orang bisa mendaftar dari rumah," ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karanganyar, Agus Hariyanto menyampaikan, telah terjadi misskomunikasi antara orangtua wali murid dan pihak sekolahan. Di sekolah ini kursi-kursi sudah ditata sedemikian rupa untuk diduduki sesuai antrean atau nomor urut pendaftar. Namun ternyata Rabu malam orangtua sudah menduduki kursi itu. Karena menimbulkan keresehan, pendaftaran diundur.

"Kami akan sesuaikan juknis yang ada. Sosialisasikan lagi ke sekolah-sekolah, dan kami cari rekanan (pihak ketiga) untuk pengadaan jasa onlinenya," paparnya. Adapun calon wali murid, Marmono mengatakan, ia sudah antre di SMPN 1 Tawangmangu pada Rabu (12/6). "Tadi antre 3 sif, sif siang anak, selanjutnya mantu, saya. Saya sif malam," katanya. (*)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved