Ekspor Jateng Turun, Apindo : Tidak Perlu Risau Bulan Depan Pasti Naik

Ekspor Jawa Tengah pada Bulan April 2019 turun sebesar 3,65 persen di banding dengan Bulan Maret.

Ekspor Jateng Turun, Apindo : Tidak Perlu Risau Bulan Depan Pasti Naik
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ekspor Jawa Tengah pada Bulan April 2019 turun sebesar 3,65 persen di banding dengan Bulan Maret.

Secara riil, penurunan terjadi dari 720,96 juta ke angka 694,64 juta dolar AS.

Dikutip dari data Badan Pusat Statistik Jateng, penurunan itu ditopang oleh sektor non migas yang mencapai 3,85 persen.

Sementara untuk sektor minyak dan gas ekspor Justru mengalami kenaikan dari 8,60 pada Maret ke 9,64 juta dolar AS di April.

Di lain sisi, nilai impor Jawa Tengah pada April 2019 juga mengalami penurunan 4,55 persen dibanding bulan sebelumnya yakni sebesar 1,14 miliar dolar AS.

Kondisi itu masih membuat neraca perdagangan ekspor impor dalam kondisi defisit sebesar 446,41 juta dolar AS.

Kepala BPS Jateng, Sentot Bangun Widoyono menjelaskan, tiga negara pemasok impor non migas terbesar selama April 2019 adalah Tiongkok dengan 441,55 juta dolar AS, diikuti Amerika Serikat dengan 61,60 juta dan Jepang 33,27 juta.

"Tiga negara tersebut memiliki kontribusi hingga 60,92 persen dari impor ke Jateng.

Sedangkan untuk ekspornya tujuan yang disasar pengusaha di Jateng masih ke pasar Amerika, Jepang baru di susul Tiongkok," ucap Sentot seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Dari total impor non migas yang masuk ke Jateng, kebanyakan adalah dari golongan mesin-mesin, peralatan listrik, kapas, serat, hingga kain.

Di lain sisi, Ketua DPD Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi menganggap defisit neraca perdagangan di Jateng tidak mengkhawatirkan bagi perekonomian.

Hal itu karena barang-barang yang diimpor adalah barang-barang modal, bukan barang jadi.

"Para pengusaha di sini mengimpor barang modal seperti kapas, serat, atau mesin-mesin untuk kemudian dirakit menjadi barang jadi," ucap Frans Kongi, Jumat (14/6/2019).

Ia optimis dalam bulan berikutnya BPS akan kembali merilis ekspor di Jateng kembali meningkat.

Menurutnya yang potensial menggenjot ekspor adalah industri garmen, dan meubel. (Val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved