Kakek 89 Tahun Ini Selalu Bawa Buku UUD 1945 Setiap Pergi Jualan, Kisah Hidupnya Menyimpan Kesedihan

Tidak jauh dari perempatan Suto Suman, mata ini tersibak pada sosok renta duduk dibawah pohon berselonjor sambil memandang ke arah jalan

Kakek 89 Tahun Ini Selalu Bawa Buku UUD 1945 Setiap Pergi Jualan, Kisah Hidupnya Menyimpan Kesedihan
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Mbah Kartasun (89) seorang pedagang meja kayu dan kandang ayam yang biasa berjualan di depan kantor Bank Mandiri Purwokerto pada Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Riuh ramai suara kendaraan yang hilir mudik kesana kemari. Jalan Jenderal Soedirman, Purwokerto menyuguhkan suasana perkotaan dengan pertokoan modern di samping kanan dan kiri jalan.

Tidak jauh dari perempatan Suto Suman, tampak sosok renta duduk dibawah pohon berselonjor sambil memandang ke arah jalan.

Tiba-tiba ada sepasang suami istri menghampiri. Mereka bercakap-cakap dan bertanya, "Pira kie mbah sijine," tanya sang istri. Dalam bahasa Indonesia artinya "berapa ini mbah harganya".

Rupanya pasangan tersebut sedang menanyakan harga sebuah meja kayu berukuran panjang satu meter dengan lebar setengah meter.

"Niki regane Rp 150 mawon bu, monggo mbok badhe di pirsani," jawab sang kakek sambil menoleh ke atas. Dalam bahasa Indonesia "ini harganya Rp 150 ribu saja bu, silahkan kalau ingin melihat".

Namun, pasangan suami istri itupun justru langsung meninggalkan kakek tersebut sambil bergumam, "Lah kemahalan ini mah", ucapnya.

Kakek tersebut akhirnya hanya bisa termenung dan terdiam menatap kearah jalanan sambil memegang dan mengusap-usap meja jualannya.

Cuaca begitu terik, padahal matahari belum berada tepat di atas ubun-ubun. Masih sekira pukul 10.00 WIB, kakek penjual meja kayu itu terlihat menyeka keringat dan mengibaskan-kibaskan kertas.

Dia adalah kakek Kartasun (89) pria renta yang beralamat di Desa Kemutug Kidul, RT 1 RW 3, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas yang sehari-hari berjualan meja kayu dan kandang ayam.

Jarak rumah dan tempat dia biasa berjualan sekira 10 kilometer dengan waktu tempuh 20 menit jika menggunakan kendaraan roda empat. Setiap pukul 08.00 WIB, Kartasun sudah memulai beraktifitas berjualan dengan mengangkut sendiri meja-meja tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved