Kasatpol PP Pati Prakarsai Gerakan Pati Tertib dan Tenteram

Untuk menangani permasalahan gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat di lingkungan Kabupaten Pati secara lebih optimal

Kasatpol PP Pati Prakarsai Gerakan Pati Tertib dan Tenteram
TRIBUN JATENG/MAZKA HAUZAN NAUFAL
Kasatpol PP Pati Hadi Santosa menerangkan tentang Gerakan Pati Tertib dan Tenteram, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Untuk menangani permasalahan gangguan ketenteraman dan ketertiban masyarakat di lingkungan Kabupaten Pati secara lebih optimal, Kasatpol PP Pati Hadi Santosa memprakarsai Gerakan Pati Tertib dan Tenteram.

"Inti gerakan ini ialah mengajak para stakeholder, baik masyarakat luas maupun OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait untuk membantu dan memfasilitasi usaha mewujudkan ketertiban dan ketenteraman masyarakat," terangnya ketika dijumpai di kantornya, Jumat (14/6/2019).

Menurut Hadi, gerakan ini memerlukan dukungan masyarakat luas, sebab Satpol PP tidak bisa melaksanakan tugas sendiri. Untuk memaksimalkan upaya, Satpol PP harus berkoordinasi dengan stakeholder yang ada di Pati.

Untuk menyukseskan gerajan ini, pihaknya akan memberikan sosialisasi pada masyarakat.

"Dimulai dari yang paling sederhana, yang berkaitan dengan kegiatan sehari-hari. Misalnya menumbuhkan kesadaran untuk tidak membakar dan membuang sampah sembarangan, tidak memberi uang pada PGOT (Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar), serta tidak parkir sembarangan. Intinya mengajak masyarakat agar secara sadar ikut menjaga ketertiban dengan patuh dan taat pada aturan yang berlaku," ungkapnya.

Hadi menjelaskan, dasar Gerakan ini ialah Perda nomor 7 tahun 2017 tentang Tibumtranmas (Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat) yang ditindaklanjuti dengan menyusun Perbup nomor 22 tahun 2019. Ia mengatakan, di sana sudah jelas diatur beberapa hal yang mendukung ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat.

Sejak diluncurkan oleh Bupati Pati Haryanto pada 22 April 2019, menurut Hadi gerakan ini telah mendapat respons positif dari stakeholder, baik Forkopimda, Polri, TNI, OPD maupun tokoh masyarakat dan komunitas.

Gerakan ini juga terbukti efektif meningkatkan Tibumtranmas di Pati. Hadi mengatakan, dalam jangka pendek, telah terwujud lima dari 11 kriteria tertib yang ada. Padahal, pihaknya hanya menargetkan tiga.

"Kelimanya yaitu tertib jalur hijau, taman, dan tempat umum; tertib sosial; tertib usaha tertentu; tertib usaha pariwisata; rekreasi dan hiburan umum; dan tertib kependudukan," jelasnya.

Mengenai keterlibatan OPD, Hadi mengatakan, pihaknya selalu siap bersinergi dengan para OPD. Sebab, masing-masing OPD sesungguhnya juga memiliki tugas pengawasan, pembinaan, monitoring, dan evaluasi berkelanjutan.

"Hal ini agar ada sinergitas dan sinkronisasi antara tugas Satpol PP dengan tugas OPD lainnya. Sekali lagi, ketertiban umum adalah tugas bersama. Satpol PP tidak bisa bekerja sendiri," tegasnya.

Gerakan Pati Tertib dan Tenteram ini juga dicanangkan untuk memebuhi memenuhi tugas proyek perubahan di Diklatpim tingkat II. (Mazka Hauzan Naufal)

Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved