Nilai UN Tak Diutamakan, PPDB SMA di Kabupaten Tegal Diprioritaskan Dari Jalur Zonasi

Nilai akademik atau hasil capaian Ujian Nasional (UN) yang diperoleh siswa SMP tidak lagi menjadi rujukan utama untuk masuk ke SMA Negeri favorit.

Nilai UN Tak Diutamakan, PPDB SMA di Kabupaten Tegal Diprioritaskan Dari Jalur Zonasi
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Ujicoba PPDB Online SMA di SMAN 1 Slawi, pada Kamis (14/6/2019) kemarin 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Nilai akademik atau hasil capaian Ujian Nasional (UN) yang diperoleh siswa SMP tidak lagi menjadi rujukan utama untuk masuk ke SMA Negeri favorit.

Pasalnya, Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online SMA tahun ajaran 2019-2020 saat ini lebih memprioritaskan jalur zonasi yang dialokasikan hingga 90 persen.

Sedangkan untuk jalur prestasi dan perpindahan orang tua hanya dialokasikan masing-masing 5 persen.

Ketentuan ini berlaku di seluruh satuan pendidikan SMA se-Jawa Tengah, termasuk di Kabupaten Tegal.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Kabupaten Tegal, Mimik Supriyatin pun membenarkan bahwa nilai hasil akademik siswa saat sekolah tidak diprioritaskan pada seleksi PPDB online SMA tahun ajaran ini.

"Yang lebih diprioritaskan jalur zonasi. Sehingga lebih memprioritaskan jarak terdekat siswa ke satuan pendidikan. Jadi, tidak semua siswa yang nilainya bagus bisa sekolah di SMA favorit karena mempertimbangkan jarak terdekat," kata Mimik kepada Tribunjateng.com, Jumat (14/6/2019).

Contohnya di SMAN 1 Slawi, ujar Mimik, siswa-siswa yang bisa diterima lewat jalur zonasi hanya berasal dari Kecamatan Slawi, Pangkah, Adiwerna, Dukuhwaru, Lebaksiu, Talang, dan Dukuhturi.

Di luar itu, para siswa bisa mencari alternatif dengan menyesuaikan jarak terdekat dari kantor Desa/Kelurahan tempat tinggal ke Satuan Pendidikan SMA.

Apabila siswa tersebut berprestasi dan hendak mendaftar ke SMA Negeri terdekat, Mimik tetap menganjurkan agar tetap mengikuti seleksi melalui jalur zonasi.

"Kalau ingin keluar dari zonasi, baru bisa mengandalkan nilai akademik dan prestasi. Namun, alokasinya sedikit hanya 5 persen," cetus Mimik yang juga menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Slawi.

Sementara, Ketua PPDB Online SMAN 1 Slawi, Nenny Dwi menambahkan, untuk tahun ajaran saat ini tidak lagi mempertimbangkan KIS dan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) sebagai syarat dan prioritas masuk SMA Negeri.

Meski begitu, dia menuturkan bagi siswa yang tidak mampu secara ekonomi tetap dipersilahkan melampirkan SKTM atau KIS dalam seleksi PPDB Online SMA.

Hal itu dilakukan agar siswa tak mampu tersebut mendapat beasiswa dan bantuan apabila lolos dalam PPDB Online.

"Jika tahun 2018 lalu, siswa-siswi yang melampirkan SKTM dan KIS bisa diprioritaskan masuk SMA Negeri. Sedangkan tahun ini tidak lagi begitu. SKTM dan KIS tidak lagi diprioritaskan. Semuanya merujuk ke jalur zonasi," papar Nenny. (TRIBUN JATENG/GUM).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved