Tak Ikuti Upacara Kelahiran Pancasila, 32 ASN di Batang Dihukum Bersihkan Got dan Baris Berbaris

Sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batang harus menerima hukuman berupa melakukan baris-berbaris dan membersihkan got

Tak Ikuti Upacara Kelahiran Pancasila, 32 ASN di Batang Dihukum Bersihkan Got dan Baris Berbaris
Tribunjateng.com/Dina Indriani
Sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batang harus menerima hukuman berupa melakukan baris-berbaris dan membersihkan got, Jumat (14/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Sebanyak 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Batang harus menerima hukuman berupa melakukan baris-berbaris dan membersihkan got karena tidak mengikuti upacara Kelahiran Pancasila pada 1 Juni lalu.

Hukuman yang diterima para ASN tersebut merupakan inisiatif Bupati Wihaji untuk meningkatkan kedisiplinan jajaran pimpinan dan staf di Lingkungan Pemkab Batang.

“Upacara hari lahir Pancasila kewajiban semua ASN, karena kita harus banyak bersyukur mendapatkan gaji dari negar. Sanksi hukuman yang kita berikan untuk memberikan efek jera agar lebih disiplin lagi, karena kita akan menaikan kecepatan lagi kinerja ASN," tutur Wihaji usai apel di Halaman Kantor Bupati setempat, Jumat (14/6/2019).

Menurutnya, ASN harus memberikan contoh yang baik untuk masyarakat sehingga diwajibkan untuk mentaati aturan.

“Kita ASN digaji negara tapi hanya ikut upacara saja tidak hadir, karena kita memiliki aturan sehingga kita berikan tindakan dan saya buktikan mereka yang tidak hafir mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan" jelas Wihaji.

Dikatakannya untuk tindak lanjut hukuman diserahkan kepada Badan Kepegawaian Daerah ( BKD) untuk hukuman administrasinya, apakah akan ada pengurangan atau pemotongan Tunjangan Penghasilan Pegawai ( TPP).

Dan ini hal itu berlaku bagi ASN yang tidak ikut apel setiap hari.

"Ini efek jera, kalau yang melayanai saja nggampangke apalagi yang dilayani, jangan sampai kita zdolim terhadap masyarakat," jelasnya

Satu di antara ASN yang mendapatkan sanksi, Suroso mengatakan, ada informasi surat perintah mengikuti upacara yang tidak diterimanya, karena surat perintah tersebut mengalami revisi dua kali.

"SP pertama pada upacara habya di berlakukan oleh Kasi dan Kabid, tapi ada perbuhan atau revisi SP untuk mengikuti semunya, tapi saya tidak tahu dan mohon maaf saya salah," terang ASN dari DPPKAD tersebut..

Ia juga merasa terkejut mendapatkan sanksi, karena setiap kali upacara dan apel tidak pernah absen tanpa alasan, dengan sanksi ini ia merasa kecewa dengan SP yang direvisi.

Sementara Kepala Badan Kepegawaian Daerah Supardi menjelaskan ASN yang tidak mengikuti upacara jumlah totalnya ada 32 orang, namun yang hadir di apel kali ini yang akan mendapatkan sangsi sebanyak 22 orang.

"Dari 32 ASN yang tanpa keterangan sejumlah 22 orang, dan sisanya memiliki alasan sakit, ada juga ikut upacara tapi tidak absen tapi sudah memberikan bukti foto, dan ada juga karena tugas dinas mengaspal jalan," ujarnya.

Supardi juga menjelaskan, dalam memberikan sanksi hukumpihaknya melihat kebenaran fakta yang lebih diutamakan dari pada kebenaran administrasi.

"Dari 22 ASN tidak mengikuti upacara lahir Pancasila tanpa keterangan dihukum mengikuti Peraturan Baris Berbaris (PBB) dan 10 orang lagi ada keterangan tapi terlambat menyerahkanya dihukum membersihkan got," pungkasnya. (din)

Penulis: dina indriani
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved