BKPP Sebut 50% Pemuda di Kota Semarang Lebih Memilih Jadi Wirausahawan Dibanding Daftar CPNS

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang sebut pemuda di Semarang lebih memilih jadi pengusaha dibanding CPNS.

BKPP Sebut 50% Pemuda di Kota Semarang Lebih Memilih Jadi Wirausahawan Dibanding Daftar CPNS
Istimewa
Sejumlah pemuda Kota Semarang sedang bekerjasama memasang payet untuk pembuatan gaun di Galery Diandra Butik Pedurungan, Semarang, Sabtu (15/6/19). 

TRIBUNJATENG, SEMARANG - Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Semarang, Litani Setyawati mengatakan, pendaftaran calon pegawai Negeri Sipil (CPNS) masih lama.

Litani menambahkan jika ingin mendaftar CPNS, warga bisa menyiapkan berkasnya mulai dari sekarang.

Namun, menurut data di BKPP, Litani mengatakan para pemuda Semarang justru lebih memilih bisnis untuk mencari pundi uang dibanding menjadi CPNS.

Hampir 50 persen pemuda Kota Semarang, lanjut Litani, lebih memilih tekuni dunia bisnis.

Mudahnya mendaftar menjadi anggota Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Semarang menjadi faktor pendukung.

“Euforia pendaftaran CPNS sudah terdengar. Kabarnya yang akan digelar Oktober tahun ini lumayan menyita para pemuda yang baru saja menjadi sarjana,” jelasnya, Sabtu (15/6/2019).

Gojek Target Beri Pendampingan 35 Ribu UMKM di Indonesia Selama Tahun 2019

Faktor yang membuat para pemuda lebih memilih menjadi anggota UMKM karena syarat pendaftaran yang tidak ribet.

Belum lagi mereka juga dapat mengatur waktu bisnisnya dengan kegiatan lain, seperti halnya kuliah atau sekadar hobi.

“Mendaftar menjadi anggota UMKM kota Semarang saya rasa tidak sulit. Hanya mengumpulkan KTP berserta lokasi usaha saja. Selain itu, Pemerintah Kota seringkali mengadakan pelatihan sehingga para pemuda bisa belajar,” katanya.

Seperti halnya Sinta Santri, salah satu pemuda Semarang yang menekuni bisnisnya dengan bermodalkan gadget.

Sinta mengaku menjadi PNS memang keinginannya, namun menjadi pengusaha sukses adalah impiannya.

“Sekarang orang beli baju di saya sudah bukan satu atau dua baju. Paling tidak minimal satu lusin,” jelasnya.

5 Wirausaha Muda di Kabupaten Tegal Raih Bantuan Modal Kemenpora Rp 15 Juta/orang

Sinta mengaku awalnya hanya menyuplai pakaian, kini harus mendesain sendiri karena tidak ingin kalah dengan kompetitornya.

Jarak antara balik modal pun terbilang cepat. Enam bulan dirinya sudah balik modal.

“Sudah tak ingin lagi jadi pegawai, justeru saya ingin membukakan lapangan pekerjaan untuk temen-temen yang tidak bisa melanjutkan sekolah,” tandasnya. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved