Didenda Komdis Rp 175 Juta, PSIS Semarang Berencana Naikan Harga Tiket Pertandingan

Kali ini pemicunya adalah sanksi dari komisi disiplin PSSI yang menjatuhkan denda total Rp 175 juta kepada tim berlambang tugu muda tersebut

Didenda Komdis Rp 175 Juta, PSIS Semarang Berencana Naikan Harga Tiket Pertandingan
Tribun Jateng/F Ariel Setiaputra
CEO PSIS, Yoyok Sukawi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Setelah sempat menaikan harga tiket untuk tribun barat pada laga melawan Persija Jakarta beberapa waktu lalu, kini PSIS Semarang berencana akan kembali menaikan harga tiket.

Kali ini pemicunya adalah sanksi dari komisi disiplin PSSI yang menjatuhkan denda total Rp 175 juta kepada tim berlambang tugu muda tersebut.

Dalam surat yang dikirim dari komdis PSSI kepada PSIS, denda dijatuhkan karena Mahesa Jenar melanggar pasal 70 lampiran satu kode disiplin PSSI.

Inti dari pelanggaran tersebut adalah pengawas pertandingan mendapati penyalaan kembang api di Stadion Moch Soebroto Magelang saat PSIS menjamu Persija 26 Mei lalu.

Kembang api menyala di bagian tribun selatan. Untuk itu tim yang dikapteni Hari Nur itu harus membayar denda Rp 100 juta. Sementara denda lain sebesar Rp 75 juta didapat dari lemparan botol oleh suporter PSIS saat bertandang ke markas Persebaya.

Dalam keterangan resminya, CEO PSIS Yoyok Sukawi menyayangkan adanya sanksi tersebut. Ia juga mengajak suporter untuk ikut memikul beban denda yang terjadi karena ulah oknum pendukung PSIS tersebut.

"Ayo sekarang suporter iuran untuk bayar denda," terang Yoyok Sukawi, Sabtu (15/6/2019). Rencananya iuran itu akan dilakukan dalam bentuk kenaikan harga tiket tribun barat untuk sekali pertandingan.

Selain tribun barat, kenaikan juga akan diberlakukan di tribun selatan yang selama ini dinaungi oleh kelompok suporter Panser Biru.

"Dari 100 juta itu Rp 50 juta akan dihimpun dari tiket di tribun barat, Rp 25 juta dari tribun selatan dan sisanya dari tribun barat bagian selatan," imbuhnya.

Sementara untuk sanksi Rp 75 juta yang didapat saat ke bertandang ke Persebaya PSIS akan berupaya melakukan banding. Hal itu dilakukan karena ada beberapa bukti video yang dimiliki yang menunjukan pelemparan tidak dilakukan suporter PSIS. (*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved