Digelar Kejuaraan Tarung Bebas Amatir 2019 Pertama di Karanganyar, Ini Tujuan Utamanya

Tarung Bebas Indonesia (TBI) Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar kejuaraan tarung bebas amatir 2019

Digelar Kejuaraan Tarung Bebas Amatir 2019 Pertama di Karanganyar, Ini Tujuan Utamanya
Tribun Jateng/ Agus Iswadi
Kejuaraan tarung bebas amatir 2019 di BLK Karanganyar, Sabtu (15/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Tarung Bebas Indonesia (TBI) Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar menggelar kejuaraan tarung bebas amatir 2019 tingkat nasional di Balai Latihan Kerja (BLK) Karanganyar, Sabtu (15/6/2019).

Kejuaraan tersebut berlangsung selama dua hari, mulai dari 15-16 Juni 2019.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono membuka langsung kejuaraan tersebut. Turut hadir pula Ketua DPRD Karanganyar, Sumanto dan Wakil Bupati, Rober Christanto.

Dalam kejuaraan tersebut juga dilaksanakan pelantikan pengurus TBI Jateng. Dari pantauan Tribunjateng.com, sebelum dimulai pembukaan telah digelar beberapa partai dari kategori praremaja.

Pada partai ke-10 kategori praremaja putra 37 Kg, mempertemukan Satrio Valentino V (11) dari sudut merah melawan M Sadam Rauf (10) dari sudut biru. Dalam pertandingan itu, M Sadam Rauf keluar sebagai pemenang.

Ketua Penyelenggara, Darmanto menyampaikan, kejuaraan ini dalam rangka mengenalkan dan mengembangkan tarung bebas untuk kancah profesional, sehingga bisa mengakomodir para pesilat yang rentan dengan gesekan di jalan.

"Sehingga di Bumi Intan Pari bisa kondusif dan tersalurkan semua di dalam ring," katanya kepada Tribunjateng.com, Sabtu (15/6/2019).

Darmanto menuturkan, kejuaraan ini diikuti sebanyak 217 atlet dari berbagai daerah, mulai dari Kalimantan Tengah, Medan , Jakarta, Bali dan lain-lain.

"Ada tiga kategori yakni, pra remaja, remaja dan dewasa. Peniliannya 3 ronde. Satu ronde dipersingkat karena waktu hanya dua hari. Jadi per ronde 2 menit," terangnya.

"Dalam kejuaraan ini menggunakan sistem guru, sekali main. Nanti akan diambil juara umum dan atlet terbaik. Mereka memperebutkan piala TBI Jateng, Piala Bupati, DPRD dan KNPI," lanjutnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono berharap, tarung bebas terus berkembang, ini mewadahi seluruh anak muda untuk membangun rasa percaya diri.

"Boleh tawuran tapi di ring (dalam). Mudah-mudahan penyelenggaran sukses. Semoga bisa di Karanganyar lagi, nanti akan ditata lebih hebat lagi. Supaya Karanganyar ikut andil mengembangkan tarung bebas yang sudah naik daun," katanya.

Ketua TBI Jateng, Brigjen Pol Heru Pranoto menyampaikan, dalam kegiatan ini ada nilai-nilai sportivitas yang menjadi kunci utama dalam setiap olahraga.

"Setiap olahraga ada menang, ada kalah. "Bagaimana sportivitas kita tanamkan mulai dari anak-anak. Kita tanamkan sportivitas, tanggung jawab, dispilin dan memiliki rasa empati terhadap lawan," terangnya.

"Saya lihat tadi saat partai pra junior, begitu lawan jatuh di peluk dan sebagainya, ia sportif. Turun tidak ada pemikiran dan sebagainya. Ini yang kita harapkan. Kalau kita bangun mulai kecil sampai dewasa, ini sangat menentukan Indonesia betul-betul menjadi negara besar. Untuk membentuk negara besar, salah satu pondasinya, bagamana membentuk pemuda yang tangguh dan memiliki rasa empati," lanjutnya.(*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved