PSIS Semarang Didenda Komdis Karena Kembang Api, Ini Kata Suporter

Kebijakan manajemen PSIS Semarang untuk menaikan harga tiket dalam satu laga kandang untuk menutup denda dari komdis PSSI mendapat tanggapan dari

PSIS Semarang Didenda Komdis Karena Kembang Api, Ini Kata Suporter
TRIBUN JATENG/F ARIEL SETIAPUTRA
Ilustrasi- PSIS Semarang menjalani latihan rutin di Stadion Moch Soebroto, Magelang, Kamis (13/6/2019) sore. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kebijakan manajemen PSIS Semarang untuk menaikan harga tiket dalam satu laga kandang untuk menutup denda dari komdis PSSI mendapat tanggapan dari kelompok suporter.

Jefri Agus Ridwan, salah satu dirigen Panser Biru berpendapat kalaupun nantinya tiket dinaikan akan lebih baik jika hasil dari kenaikan tiket itu diumumkan pada jeda laga.

"Jadi penonton tahu berapa rupiah hasil kenaikan tiket yang akan digunakan untuk membayar denda, cukup kah, kurang, atau malah lebih," ucap Jefri saat dihubungi Tribun Jateng, Sabtu (15/6/2019).

Jika nantinya cukup maka menurutnya suporter tidak perlu lagi iuran untuk ikut membayar denda.

Hal itu karena berdasar informasi yang ia terima selain kebijakan menaikan tiket, Panser Biru masih diminta iuran untuk menutup denda.

"Kami sebenarnya sepakat kebijakan apapun untuk PSIS lebih baik, tapi kalau bisa salah satu saja, menaikan tiket atau iuran dari panser biru," ucapnya.

Menurutnya, kenaikan tiket saat laga besar yang digelar di akhir pekan cukup potensial untuk menambah pundi-pundi demi membayar denda.

Selain itu, ia juga menyarankan kepada manajemen untuk menempuh jalur banding terlebih dahulu.

Menurutnya semua yang disangkakan komdis PSSI masih bisa dibantah dengan bukti-bukti yang dimiliki suporter.

"Soal kembang api misalnya bukti yang ada foto dan video kembang api yang meletus di udara.

Apa bisa dipastikan dari suporter di dalam tribun?

Laga itu digelar saat Ramadan, bisa saja dinyalakan orang diluar stadion karena perayaan Ramadan dan kebetulan meletusnya tampak di atas tribun?" Tanyanya retoris.

Terkait denda pelemparan botol saat bertandang melawan Persebaya ia bahkan memastikan kejadian itu bukan dilakukan oleh suporter panser biru.

"Saya di sana saat itu, dan saya pastikan bukan dari kami, ada bukti videonya yang melempar mengenakan atribut suporter mana, kelihatan," pungkasnya. (Val)

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved