Daftar Sekolah di Kabupaten Pekalongan Bisa Dilakukan dari Rumah Melalui PPDB Online

Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) awal Juli nanti mendapat tanggapan positif dari masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Daftar Sekolah di Kabupaten Pekalongan Bisa Dilakukan dari Rumah Melalui PPDB Online
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Ujicoba PPDB Online SMA di SMAN 1 Slawi, pada Kamis (14/6/2019) kemarin 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang akan diselenggarakan awal Juli nanti mendapat tanggapan positif dari masyarakat Kabupaten Pekalongan.

Pasalnya selain mempermudah penerimaan dengan sistem online, penerapan zonasi membuat orang tua siswa tak perlu pusing mencari sekolah untuk anaknya.

Seperti yang diungkapkan Nuke Rachmayanti (38) warga Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.

Menurutnya, sistem tersebut memudahkannya untuk mendaftarkan anaknya masuk ke jenjang pendidikan lebih lanjut.

“Tak perlu lagi ribet karena sistemnya sudah online, jadi dapat dipantau dari rumah ataupun smartphone,” jelasnya kepada Tribunjateng.com, Minggu (16/6/2019).

Berbekal Tas Ransel dan Matras, Warga Kabupaten Pekalongan Ini Mengaku 19 Tahun Keliling Indonesia

Dilanjutkannya, zonasi yang diterapkan akan membantu warga yang berdomisili di sekitar sekolah.

“Sekolah jadi dekat dengan rumah, dan bisa memantau secara langsung para pelajar saat menuntut ilmu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi berharap PPDB bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat.

“Semoga saja PPDB bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat, karena sudah diatur dalam undang-undang,” jelas Asip.

Diketahui menurut Permendikbud penerimaan siswa melalui zonasi memperoleh porsi 90 persen, di mana domisili sangat mempengaruhi diterimanya peserta didik baru.

“Untuk itu Pemkab juga akan awasi pelaksanaan PPDB, supaya pendidikan merata dan tidak ada sekolah favorit,” terangnya.

Adapun Plt Kepala Ombudsman RI perwakilan Jawa Tengah, Sabarudin Hulu, mengimbau masyarakat mengawasi dan melaporkan apabila ada maladministrasi pelaksanaan PPDB.

“Setiap peserta PPDB berhak untuk mendapatkan sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya yang masuk dalam zonasi dan tidak ada favoritisme sekolah sebagaimana telah diatur dalam Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018,” tambahnya. (bud)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved