Analisis: Ada Tiga Jenis Gamer

PERAN orangtua sangat dibutuhkan untuk mencegah anak kecanduan bermain game. Demikian disampaikan Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (IeSPA

Analisis: Ada Tiga Jenis Gamer
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi tampilan game online melalui smartphone 

TRIBUNJATENG.COM --  PERAN orangtua sangat dibutuhkan untuk mencegah anak kecanduan bermain game. Demikian disampaikan Ketua Umum Indonesia e-Sport Association (IeSPA) Jawa Tengah, Nicodemus D Nugrah Widiutomo, Minggu (16/6).

Menurutnya, untuk mencegah anak kecanduan bermain game orangtua tidak hanya melarang seperti atasan ke bawahan tapi lebih kepada memberikan bimbingan atau pendampingan sebagai seorang sahabat. Bila perlu ikut bermain game bersama anak agar keakraban lebih terjalin.

Jika hal tersebut sudah dilakukan maka bisa dipastikan si anak akan lebih menuruti apa yang disampaikan orang tua. Kapan harus istirahat, belajar atau bermain game.

"Orang tua harus mengerti dan memahami dunia anak, kalau perlu ikut bermain dengannya dan jika sudah bersahabat ada masukan pasti si anak akan bisa menerimanya. Bukan perintah seperti atasan ke bawahan tapi lebih ke rekan atau sahabat," imbuhnya.

Ia pun khawatir dengan fenomena sekarang ini dimana cukup banyak anak-anak yang kecanduan bermain game entah di handphone atau PC. Bahkan sampai ada yang nekat keluar dari sekolah atau meninggalkan pendidikan fotmal hanya demi bisa bermain game. Maka dari itu pria yang akrab disapa Nico ini berencana menggelar sebuah seminar untuk mengedukasi para orangtua supaya bisa mengontrol buah hatinya dalam bermain game.

Dijelaskan Nico bahwa game online kian menjamur di tengah masyarakat, fenomena ini mulai dirasakan sejak munculnya game mobile lagends. Ditambah perkembangan smartphone yang semakin canggih. Sehingga memainkannya bukan lagi untuk bersenang-senang mengisi waktu luang, namun ada juga orang yang bermain game sebagai olahraga atau justru pekerjaan, mendapatkan uang.

Nicodemus D Nugrah Widiutomo menjelaskan, seiring perkembangan zaman, memainkan game online tak harus menggunakan, laptop, PC atau komputer. Kini pengguna dapat dengan mudah menjalankan permainan digital berbasis internet dengan berbekal ponsel pintar atau smartphone. Sehingga tak jarang ketika berada di warung makan, angkringan, dalam angkutan umum sering dijumpai pemilik HP bermain game online.

Di dalam dunia game ada berbagai macam pengklasifikasian. Pertama penikmat atau mereka yang hanya menjadikan game sebagai sarana hiburan. Kemudian farmer atau orang yang mencari uang dari bermain game namun tidak mementingkan prestasi.

Dan terakhir, gamers profesional. Mereka dilihat dari keikutsertaan dan prestasinya dalam mengikuti sebuah kompetisi. Para pemain profesional ini digaji oleh manajemen atau klub yang membawahi mereka. Sejauh ini, Jawa Tengah, khususnya Semarang belum ada tim game profesional.

"Di Jawa Tengah levelnya masih amatir, player mengikuti lomba atau kompetisi dibawah naungan game center belum seperti profesional yang disponsori brand tertentu. Pemain profesional baru ada di Jakarta. Bedanya dengan amatir para pemain tim profesional digaji setiap bulan, dilatih dan dicukupi segala keperluannya. Sedangkan di Jateng masih amatir, pemain hanya dibantu biaya pendaftaran oleh game center yang dibelanya," imbuhnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved