Bawaslu Kabupaten Pekalongan Sayangkan Minimnya Pelapor di Pemilu 2019

Antusias pelapor pelanggaran Pemilu di Kabupaten Pekalongan sangat rendah. Pasalnya dalam penyelengaraan Pemilu April lalu, hanya ada satu pelapor

Bawaslu Kabupaten Pekalongan Sayangkan Minimnya Pelapor di Pemilu 2019
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Jajaran Bawaslu Kabupaten Pekalongan pimpin cara Rakernis dengan media di Hotel Dafam Pekalongan, Senin (17/6/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Antusias pelapor pelanggaran Pemilu di Kabupaten Pekalongan sangat rendah.

Pasalnya dalam penyelengaraan Pemilu April lalu, hanya ada satu pelapor.

Ahmad Zulfahmi Ketua Bawaslu Kabupaten Pekalongan, menuturkan, pelapor dari kaum milenial.

“Itu pun yang melaporkan adanya pelanggaran Pemilu siswa SMK,” paparnya dalam acara Rakernis dengan media di Hotel Dafam Pekalongan, Senin (17/6/2019).

Dilanjutkannya, banyak potensi pelanggaran yang bisa terjadi dalam penyelengaraan Pemilu.

“Mungkin karena masih ada ketakutan dari masyarakat terkait pelaporan pelanggaran Pemilu, jadi membuat minimnya antusias pelapor,” ujarnya.

Lemahnya perlindungan pelapor, dijelaskan menambah kurangnya antusias pelapor dalam Pemilu.

“Sebenarnya sudah ada perlindungan bagi pelapor, namun belum ada penegasan terkait perlindungan dari berbagai pihak,” tuturnya.

Untuk itu, Ahmad akan mengajukan temuan permasalahan di Kabupaten Pekalongan ke tingkat Bawaslu Provinsi Jateng.

“Kurang sempurnanya regulasi, dan minimnya antusias pelapor tentunya menjadi hambatan untuk kami untuk berkembang, maka dari itu akan kami bahas saat pertemuan dengan Bawaslu tinggkat provinsi,” tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved