Di Bank Sampah Makmur Salatiga, Rahayu Bisa Olah Sampah Jadi Miniatur Mobil, Kapal Hingga Lokomotif

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mencatat dalam setiap harinya terkumpul sekira 120 ton sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir

Di Bank Sampah Makmur Salatiga, Rahayu Bisa Olah Sampah Jadi Miniatur Mobil, Kapal Hingga Lokomotif
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Pengurus Bank Sampah Makmur Kelurahan Blotongan Kota Salatiga, Rahayu Bayu Setyowati menunjukkan miniature kapal dan replika lokomotif hasil kreasi daur ulang sampah organik, Senin (17/6/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mencatat dalam setiap harinya terkumpul sekira 120 ton sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Total sampah itu, merupakan sisa setelah sebagian dimanfaatkan warga pengelola bank sampah ketika masih berada pada tempat pembuangan sementara (TPS) pada tiap kelurahan.

Satu diantara bank sampah yang sampai sekarang masih aktif mengolah sampah baik organik maupun non organik menjadi barang bernilai ekonomis ialah Bank Sampah Makmur yang terletak di Ngampel RT 03/RW 04, Kelurahan Blotongan, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

Pengurus Bank Sampah Makmur Kelurahan Blotongan Kota Salatiga, Rahayu Bayu Setyowati (40) mengatakan bank sampah yang ia kelola bersama beberapa warga lain berdiri sekira tahun 2014.

Sejak itu, ada beragam barang kerajinan hasil daur ulang sampah dan produksi pupuk organik.

“Beberapa hasil kreasi kami adalah mobil antik terbuat dari kaleng bekas kemasan makanan, kemudian miniatur kapal berbahan bekas kertas amplas kayu, dan replika lokomotif memanfaatkan limbah bambu,” terangnya kepada Tribunjateng.com, Senin (17/6/2019)

Setiap harinya Bank Sampah Makmur, berhasil mengumpulkan sampah yang dinilai dapat dimanfaatkan kembali seperti botol minuman, kertas, plastik bekas bungkus makanan dan minuman mencapai 1 kilogram.

Beberapa barang hasil pemanfaatan sampah juga telah berhasil menembus pasar luar negeri khususnya kerajinan berupa replika kapal dan lokomotif sempat dieksor ke beberapa negara seperti Singapura, Belgia, dan Australia.

“Lalu bekas bungkus minuman seperti kopi sachet dan mie instan kami jadikan baju serta tas,” ujarnya

Ia menambahkan, keberhasilan Bank Sampah Makmur kata Rahayu karena uang hasil penjualan beberapa barang hasil pemanfaatkan sampah dikembalikan kepada masyarakat untuk biaya penyediaan tong sampah dan lain sebagainya.

Halaman
123
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved