Breaking News:

Di Bank Sampah Makmur Salatiga, Rahayu Bisa Olah Sampah Jadi Miniatur Mobil, Kapal Hingga Lokomotif

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Salatiga mencatat dalam setiap harinya terkumpul sekira 120 ton sampah yang diangkut ke tempat pembuangan akhir

Penulis: M Nafiul Haris | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Pengurus Bank Sampah Makmur Kelurahan Blotongan Kota Salatiga, Rahayu Bayu Setyowati menunjukkan miniature kapal dan replika lokomotif hasil kreasi daur ulang sampah organik, Senin (17/6/2019). TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS 

Ketua Pusat Edukasi dan Kreasi Sampah Ijo Lumut Salatiga, Kristanto Irawan Putra menilai sejauh ini pengelolaan bank sampah di Kota Hati Beriman dinilai positif, karena turut melibatkan para ibu rumah tangga sebagai pelaku utama.

“Jadi para ibu ini agen lingkungan, mereka kerapkali bersentuhan dengan sampah lebih dominan dibanding laki-laki.

Dengan pelibatan mereka ini adanya kesadaran lingkungan sejak dari dapur atau sampah rumahan telah dilakukan sortir,” sebutnya

Hanya saja kata dia, peran Pemkot Salatiga dianggap belum maksimal khususnya memberikan pendampingan dan atau pelatihan secara rutin membuat kreasi barang berbahan utama sampah.

Ia berharap agar lebih efektif kedepannya harus ada keterlibatan anak muda dalam mengelola bank sampah.

“Pemkot juga membuat jalur pemasaran misalnya dengan mengeluarkan aturan PNS harus memakai sepatu terbuat dari daur ulang hasil kreasi bank sampah Makmur, Wares atau lainnya,” pungkasnya (ris)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved