Geluti Usaha Intip Kendil, Omzet Perbulan hingga Rp 5 Juta

Selain terkenal dengan sambel tumpangnya, Sragen juga memiliki jajanan yang khas yaitu Intip Kendil.

Geluti Usaha Intip Kendil, Omzet Perbulan hingga Rp 5 Juta
TRIBUN JATENG / MAHFIRA PUTRI MAULANI
Umi Latifah (40) dan Ardi Wiranata (45) warga Dukuh Sendangrejo, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang sedang mengemas Jajanan Intip Kendil 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Selain terkenal dengan sambel tumpangnya, Sragen juga memiliki jajanan yang khas yaitu Intip Kendil.

Walaupun terkenal di area Solo Raya, Sragen menjadi salah satu produsen jajanan berbahan dasar beras itu.

Pasangan suami-istri asal Dukuh Sendangrejo, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen salah satunya.

Mereka adalah Umi Latifah (40) dan Ardi Wiranata (45) yang sudah mengeluti usaha Intip Kendil ini sejak 19 tahun lalu.

"Usaha kita ini sejak kami menikah, kira-kira 19 tahun lalu berawal saat kami melihat sepupu membuat intip juga tapi di Solo, akhirnya kami mengembangkan di Sragen," ujar Umi kepada Tribunjateng.com, Minggu (16/6/2019).

Umi juga mengaku dirinya dan suami pernah berbisnis membuat sandal jepit, namun kurang laku.

Produksi

Untuk produksi Intip Kendil, perhari Umi mampu membuat 400 intip menggunakan bahan baku sejumlah satu kwintal beras. Ia dibantu oleh empat karyawan.

"Alhamdulillah sekarang ada empat karyawan, meski menggoreng dan packaging, kami dan anak-anak," lanjut Umi.

Umi memang mengajarkan kelima anak laki-lakinya untuk membantu dan mengelola bisnisnya itu, meski demikian Umi mengaku tidak meminta anaknya untuk melanjutkan usahanya.

"Ya kami bekali usaha seperti ini, tapi untuk masa depan mereka kami berikan keputusan sepenuhnya kepada mereka sendiri-sendiri, tidak membebankan lah untuk melanjutkan usaha ini," papar Umi.

Intip yang produksi Umi, awalnya hanya satu ukuran, namun agar lebih menarik dirinya membuat ukuran kecil agar lebih menarik anak kecil.

Untuk harga yang dibandrol pun Intip Kendil ini terbilang terjangkau, mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 8.000 perbungkus. Omzet per bulan Umi mengaku mendapat Rp 5.000.000.

Pemasaran Intip Kendil ini Umi mengaku sudah mempunya langganan di berbagai tempat, dari toko-toko kelontong, pusat oleh-oleh dan Pasar Kota Sukowati Sragen.

Tidak hanya itu, dagangan umi juga dipasarkan di objek wisata reliji tanah air terutama di kompleks makam Walisongo yang tersebar di seluruh Jawa.(uti)

Penulis: Mahfira Putri Maulani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved