PDAM Kabupaten Tegal Wakili Pemda Untuk Zona Integritas ke Kemenpan-RB

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi satu-satunya instansi pemerintah di Kabupaten Tegal yang didaulat dan dipersiapkam sebagai Zona Integritas

PDAM Kabupaten Tegal Wakili Pemda Untuk Zona Integritas ke Kemenpan-RB
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Tim Aduan PDAM Kabupaten Tegal memonitor layar aplikasi GIS di Kantor PDAM, Senin (17/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) menjadi satu-satunya instansi pemerintah di Kabupaten Tegal yang didaulat dan dipersiapkam sebagai Zona Integritas (ZI).

Pasalnya, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu dinilai sukses meminimalisir pungutan liar (pungli) dan memberikan layanan prima kepada warga Kabupaten Tegal.

Hal itu diungkapkan Kabag Keuangan PDAM Kabupaten Tegal, Edi Sofyan saat ditemui Tribunjateng.com, Senin (17/6/2019) di ruangannya.

Edi menyebut, PDAM adalah instansi di bawah pemerintah daerah Kabupaten Tegal yang disiapkan sebagai lembaga bersih tanpa praktik pungli.

Persiapan PDAM Kabupaten Tegal menuju Zona Integritas sendiri telah dikirim Pemkab Tegal ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB).

"Jadi, PDAM dinilai layak untuk Zona Integritas. Alhasil, PDAM akan mewakili Pemkab Tegal untuk Zona Integritas di Kemenpan RB. Kita emang ditunjuk Pemda untuk ZI," jelas Edi kepada Tribunjateng.com, Senin (17/6/2019).

Sebelum menuju ke Kementrian, pihaknya terlebih dahulu diperiksa oleh Tim Inspektorat Kabupaten Tegal.

Edi mengaku, berkas-berkas PDAM menuju Zona Integritas telah diperiksa Inspektorat sebelum Bulan Puasa lalu.

"Jadi, hubungan kita hanya ke Inspektorat saja. Berkas-berkas hasil penilaian dari Inspektorat baru dikirimkan ke Kemenpan RB. Hubungan ke kementrian dijembatani oleh Inspektorat selaku tim penilai," tambahnya.

Lebih lanjut, Edi merasa bangga karena PDAM menjadi satu-satunya institusi naungan pemerintah yang akan didaulat sebagai ZI.

Menurut dia, PDM dinilai sukses karena berhasil menambah jumlah pelanggan hingga saat ini, tanpa adanya pungli.

"Kita sekarang ada 43 ribu pelanggan. Pelayanan kita sekarang cepat karena ada aplikasi Geografis Informasi Sistem (GIS). Dari GIS ini, kita bisa langsung jemput bola apabila ada pipa air yang rusak. Sejauh ini layanan kita diapresiasi warga," ungkapnya. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved