Pedagang Buang Sampah Sembarangan, Alun-alun Slawi Tegal Keluarkan Aroma Tak Sedap

Alun-alun Hanggawana, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dikeluhkan warga sekitar

Pedagang Buang Sampah Sembarangan, Alun-alun Slawi Tegal Keluarkan Aroma Tak Sedap
Tribunjateng.com/Akhtur Gumilang
Beginilah kondisi Alun-Alun Hanggawana yang dikeluhkan pengguna jalan karena aroma bau tidak sedap. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Alun-alun Hanggawana, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah dikeluhkan warga sekitar.

Pasalnya, gorong-gorong atau selokan yang mengelilingi di sekitar alun-alun tersebut mengeluarkan aroma tak sedap.

Dwi Hendro (29), warga Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi yang sering melewati alun-alun itu pun merasakan bau tak sedap.

Bau itu, menurut Dwi, tercium di sekeliling alun-alum yang berlokasi di depan kantor Pemkab Tegal.

"Bau mas. Mungkin karena ada PKL yang suka berjualan di sekitar alun-alun. Biasanya, sampah-sampah dari PKL itu dibuang ke selokan," keluh Dwi kepada Tribunjateng.com, Senin (17/6/2019).

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Bambang Ramdhon Irawan, membenarkan bahwa Alun-Alun Hanggawana saat ini kerap mengeluarkan bau tidak sedap yang disebabkan oleh bekas air buangan para PKL.

Kondisi ini, kata dia, sudah dikeluhkan oleh warga pengguna jalan yang melintas.

"Memang Alun-Alun Hanggawana selalu bersih, tapi mengeluarkan bau tidak sedap. Makanya saya meyakini ini bersumber dari buangan kotoran air dari pedagang yang mengendap," ujar Bambang, Ketua Komisi yang membidangi Pembangunan dan Tata Ruang itu.

Selokan yang ada di Alun-Alun Hanggawana, tambah Irawan, dinilai sempit dan juga tidak bisa mengalir.

Akibatnya, saat pedagang membuang kotoran air langsung mengendap dan mengeluarkan bau tidak sedap

"Selokan sebelah barat, timur dan utara sudah mengeluarkan bau tidak sedap. Kalau sampai selokan sebelah selatan juga mengeluarkan bau tidak sedap, pegawai Pemkab Tegal akan ikut terganggu karena alun-alunnya berada di depan kantor Pemkab. Dinas terkait harus segera bergerak," tambahnya.

Dalam waktu dekat, ujar Bambang, Komisi III akan mengundang Dinas Permukiman dan Tata Ruang (Kimtaru) untuk membahas persoalan ini.

"Apalagi di sebelah barat dan utara Alun-Alun Hanggawana ada masjid dan Kantor PMI sehingga dapat mengganggu masyarakat yang akan menjalankan ibadah," cetus dia. (Tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved