Alasan Pemprov Tunda Izin Investasi Rp 35 Triliun di Kendal

Pemprov Jateng menunda pemberian izin investasi sebuah perusahaan senilai Rp 35 triliun di Kabupaten Kendal, yaitu PT Kendal Sreel Indonesia.

Alasan Pemprov Tunda Izin Investasi Rp 35 Triliun di Kendal
tribunjateng/dok
Pasar saham merupakan tempat investasi menarik karena menawarkan keuntungan lebih tinggi dari bunga deposito bank dalam waktu yang singkat. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Pemprov Jateng menunda pemberian izin investasi sebuah perusahaan senilai Rp 35 triliun di Kabupaten Kendal, yaitu PT Kendal Sreel Indonesia.

Hal itu diungkapkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Menurut dia, penundaan izin perusahaan yang bergerak di bidang industri baja itu karena lahannya belum sesuai dengan rencana tata ruang dan wilayah (RTRW) daerah setempat.

"Lahannya masih terkendala RTRW, karena selain berada di garis pantai juga masuk kawasan lindung hutan bakau," katanya, usai bertemu dengan Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Aribowo, terkait dengan Kawasan Holding Zone L5 atau Kawasan Peruntukan Industri di Kabupaten Kendal, di Puri Gedeh, Senin (17/6).

Ganjar mengaku tidak akan memberikan izin sebelum ada penyesuaian. Dalam hal ini, pihaknya akan berkonsultasi dengan pemerintah pusat untuk membahas peraturan presiden bersama kementerian terkait.

Hal itu mengingat selain RTRW, dia menambahkan, rencana pendirian pabrik tersebut juga terkendala existing lingkungan.

"Kalau kami terima, harus disesuaikan dengan regulasi RTRW serta pertimbangan menumbuhkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat. Mereka (perusahaan-Red) kan biasanya butuh hamparan lahan. (Misalnya-Red) desainnya diubah berkelok, sehingga tidak menyalahi regulasi," tuturnya.

Ganjar menyampaikan, saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo, telah dijanjikan support total untuk kegiatan investasi di wilayah Jateng.

"Jateng disupport karena pertimbangan kondusifitas, hubungan industrial dan pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, hitungan ekses sosial dan lingkungan serta secara detil kabupaten/kota harus tetap menjaga keseimbangan. Intinya, meski investasi penting, keseimbangan lingkungan tetap harus terjaga," tandasnya.

Kepala Bappeda Jateng, Prasetyo Aribowo menuturkan, luas lahan untuk pertumbuhan industri di Kabupaten Kendal mencapai 5.392 hektare.

Selain itu, terdapat kawasan industri terpadu 633 hektare, dan kawasan peruntukan industri (KPI) seluas 2.443 hektare. Sedangkan kawasan lindung sebesar 449,414 hektare.

"Kami perlu mengajukan permohonan revisi regulasi peraturan pemerintah agar ada kesesuaian dengan RTRW provinsi," ujarnya. (afn)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved