BREAKING NEWS : BPOM Semarang Gerebek Distributor Kosmetik Ilegal Senilai Rp 1,3 Miliar di Semarang

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang menggerebek sebuah gudang penyimpanan kosmetik ilegal

BREAKING NEWS : BPOM Semarang Gerebek Distributor Kosmetik Ilegal Senilai Rp 1,3 Miliar di Semarang
TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Kepala Balai Besar POM Semarang, Safriansyah menunjukkan sejumlah barang bukti kosmetik ilegal saat melakukan penggrebegan di Kp. Setrong RT 1 RW 1 Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (18/6/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (POM) Semarang menggerebek sebuah gudang penyimpanan kosmetik ilegal di Kampung Setrong no 41, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Selasa (18/6/2019), Sore.

Kepala Balai BPOM Semarang, Safriansyah menyebut, kosmetik dan cream tersebut bernilai Rp 1,  Miliar atau tepatnya Rp 1.310.611.000.

"Kami melakukan investigasi dan menemukan kosmetik ilegal, yaitu surat izin fiktif atau tidak memiliki izin edar. Kemudian barang bukti yang ditemukan kemungkinan besar mengandung unsur bahan yang dilarang," jelasnya.

Ia menjelaskan barang bukti yang ditemukan, kebanyakan merupakan kosmetik jenis whitening atau pencerah kulit.

Kompol Zulfikar Ungkap Kronologi Kematian Hendro: Dibunuh Ucok yang Tolak Berhubungan Intim

Mantan Preman Melamar Jadi Anggota TNI, Datang dengan Kaos Singlet dan Rambut Gondrong, Hasilnya?

Tanggapan Kuasa Hukum 01 Soal Pengakuan AKP Sulman Aziz: Mengada-ada

Komentari Syahnaz dan Nisya, Nia Ramadhani Curhat Dilabrak Kakaknya Sendiri

Selain itu nama nama produk kosmetik pun cukup familiar, yang biasa beredar di pasaran.

Seperti halnya, Temulawak Cream Day and Night Cream, RDL PAPAYA Whitening Soap, Deonard Whitening Treatment, dan lainnya.

Adapun barang bukti yang ditemukan berupa 24 jenis kosmetik, dan satu jenis cream. Jumlah secara total berjumlah 46.631 pcs.

Safriansyah melanjutkan, pemilik kosmetik tersebut berinisial OMG. Pelaku menjalankan operasi tersebut sejak tahun 2009.

"Pelaku sempat dicek di sebuah toko kosmetik pada tahun 2017, namun ketika itu kosmetiknya terbukti legal. Kemudian yang bersangkutan mengaku bahwa menjalankan operasi sejak 2009," jelasnya.

Gudang tersebut merupakan tempat distribusi sekaligus tempat penjualan kosmetik. Ia menyebut kosmetik dalam gudang tersebut dikirim dari Jakarta.

Halaman
12
Penulis: Moch Saifudin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved