Bupati Tegal Ikut Main Ketoprak, Tekankan Pesan 4S

Bupati Tegal, Umi Azizah tampil beda dalam pertunjukan layar tancap dan pentas dagelan ketoprak di Rumah Almarhum Dalang Suket Ki Slamet Gundono

Bupati Tegal Ikut Main Ketoprak, Tekankan Pesan 4S
tribunjateng/gum
Saat Bupati Tegal Umi Azizah ikut memeriahkan pentas drama ketoprakan di Rumah Almarhum Dalang Suket Ki Slamet Gundono, Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (17/6/2019) malam kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal, Umi Azizah tampil beda dalam pertunjukan layar tancap dan pentas dagelan ketoprak di Rumah Almarhum Dalang Suket Ki Slamet Gundono, Desa Dukuhsalam, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Senin (17/6/2019) malam kemarin.

Jika biasanya seorang kepala daerah harus tampil memberi sambutan, namun tidak demikian bagi Umi.

Tidak tanggung-tanggung, orang nomer satu di Kabupaten Tegal ini malah tampil bermain seni pentas drama tradisional atau disebut ketoprak dengan berbahasa Tegalan.

Dalam lakon ketoprak itu, Bupati menekankan pesan 4S yang kaitannya dengan peringatan Hari Penyiaran Nasional (Harsiarnas) Tingkat Jawa Tengah tahun 2019.

"Lembaga penyiaran harus hindari 4S yaitu sara, saru, sadis dan serem. Karena hal tersebut dapat menimbulkan kegaduhan," ujar Umi dalam rangka Harsiarna Tingkat Jawa Tengah tahun 2019, Senin (17/6/2019) kemarin.

Begitupun dengan etika penyiaran, Umi menuturkan bahwa lembaga penyiaran tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga harus menjadi tuntunan untuk masyarakat.

Dia mengajak supaya seluruh lembaga penyiaran di Kabupaten Tegal untuk membangun sistem penyiaran publik yang bertanggung jawab.

Salah satunya, menghindari penyiaran publik yang menyebarkan ujaran kebencian maupun hoax.

Sebab, lanjut Umi, berita bohong tersebut hanya akan menimbulkan perpecahan.

Untuk itu, dalam rangka Harsiarnas ke 86 ini, Umi menitip pesan kepada lembaga penyiaran untuk menjaga keutuhan NKRI.

"Lembaga penyiaran harus mampu melakukan reposisi, memerankan dirinya secara baik. Diantaranya, lembaga penyiaran harus mampu berperan menjadi pendidik masyarakat atau melakukan peran edukasi," pesan dia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Jateng, Ratna Dewajati mengungkapkan bahwa di era globalisasi saat ini, tuntutan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cepat, tepat dan benar menjadi sangat mendesak.

Maka, Ratna berharap pada peringatan Harsiarnas ini, dapat menjadi langkah awal mencegah maraknya siaran-siaran yang tidak mendidik dan dapat merusak moral bangsa, terutama dalam mengawal kearifan lokal.

"Kepada masyarakat Kabupaten Tegal, saya titip untuk lebih cerdas dalam memilih dan memilah tontonan konten yang sehat, khususnya pada anak-anak. Jangan terpengaruh berita palsu atau hoax yang justru merugikan diri sendiri, bangsa dan negara kita. Mari jaga kondusifitas Jawa Tengah," pesan Ratna. (tribunjateng/gum).

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved