Edy Supangkat: Melalui Rumah Historia Salatiga Makin Mudahkan Orang Kenal Sejarah Kota Hati Beriman

30 tahun lebih menekuni sejarah kota kelahiran Salatiga serta menulis puluhan judul buku, dan membuat lagu tak membuat Edy Supangkat berpuas diri.

Edy Supangkat: Melalui Rumah Historia Salatiga Makin Mudahkan Orang Kenal Sejarah Kota Hati Beriman
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Edy Supangkat sejarawan sekaligus pendiri rumah "Historia Salatiga" yang terletak di Jalan Sononirto Nomor 654, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - 30 tahun lebih menekuni sejarah kota kelahiran Salatiga serta menulis puluhan judul buku, dan membuat lagu tak membuat Edy Supangkat berpuas diri.

Kini menyongsong HUT ke 1.269 Kota Salatiga pada 24 Juli 2019 mendatang, ia tergerak mendirikan rumah sejarah dan budaya yang dinamai 'Historia Salatiga'.

"Sejak 1989 atau sekitar 30 tahun lamanya saya mulai mendalami sejarah Salatiga. Mulai dari studi literatur, wawancara dengan sesepuh, para pelaku sejarah, menjumpai para mantan Wali Kota, hunting foto door to door, sejak waktu itu belum ada internet. Itu semua karena saya cinta kota ini, kota kelahiran saya," terangnya kepada Tribunjateng.com, Selasa (18/6/2019).

Edy Supangkat yang kerapkali dimintai keterangan banyak pihak perihal sejarah Kota Salatiga itu mengaku selalu berusaha memberikan hadiah bertepatan ulang tahun kota berjuluk pusaka ini.

Sekarang saat dirinya merasa tak lagi muda atau menginjak 60 tahun pada 28 Juli mendatang dia berharap rumah sejarah dan budaya 'Historia Salatiga'.

Letaknya di Jalan Sononirto Nomor 654, Kelurahan Kutowinangun Lor, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga itu kelak menjadi pusat orang belajar tentang Salatiga tempo doeloe.

"Rumah sejarah budaya itu berisi koleksi buku, foto lama, lagu yang jumlahnya ratusan milik pribadi. Tapi jika saya simpan sendiri tidak ada manfaatnya, namun bila ada tempat semua bisa mengambil manfaatnya, termasuk menjadi ruang diskusi umum," katanya.

Lewat rumah 'Historia Salatiga' yang dia dirikan itu harapannya menjadi ruang belajar sejarah secara gembira dan menyenangkan tidak terkesan kuno sesuai tagline diusungnya 'Cara indah mengenal sejarah Kota Salatiga'.

Ia meyakini, adanya ruang berbagi ilmu pengetahuan khususnya terkait sejarah Kota Salatiga tidak akan habis justru semakin berkembang dan lebih lengkap.

Karenanya kata dia, komunitas budaya pecinta sejarah punya tempat berkumpul.

Halaman
12
Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved