Industri Tekstil di Jateng Tidak Terdampak Adanya Perang Dagang Amerika vs Cina

Industri tekstil di Jawa Tengah ketiban berkah adanya perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina.

Industri Tekstil di Jateng Tidak Terdampak Adanya Perang Dagang Amerika vs Cina
Tribun Jateng/M Zaenal Arifin
Ketua Apindo Jawa Tengah, Frans Kongi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Industri tekstil di Jawa Tengah ketiban berkah adanya perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat dan Cina.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi mengatakan, perang dagang tersebut sedikit banyak berpengaruh tidak baik dengan perkembangan industri di tanah air, namun khusus industri tekstil di Jateng justru terjadi peningkatan permintaan.

Tapi meski demikian, pihaknya tetap optimis karena sudah memiliki banyak pengalaman sebagai pengusaha dalam negeri, dan terus berusaha untuk meningkatkan ekspor ke Amerika yang sekarang ditinggalkan Cina.

"Di Jateng damai, aman, tidak ada keluhan apa-apa dunia usaha.

Industri tekstil kita masih baik, punya pasaran, punya pesanan cukup baik.

Jadi tidak terdampak adanya perang dagang," ujar Frans, pada Tribunjateng.com, Senin (17/6/2019).

Sementara itu, produk potensial yang diprediksi akan meningkat menurut Frans, yaitu seperti produk tekstil, produk kayu, produk komoditas pertanian (hasil pertanian), dan Tambang.

Ia mengungkapkan, pasca lebaran ini usaha tekstil dan garmen di Jawa Tengah sudah mulai banyak pesanan dari luar negeri, terutama Amerika.

"Pasca lebaran sudah mulai usaha, hubungan dengan luar negeri tetap terjalin, dan pesanan sudah banyak yang masuk, jadi tidak ada persoalan.

Tekstil masih ok, produk kayu juga akan masuk lebih banyak ke sana," ucapnya.

Adapun pihaknya akan terus menggenjot ekspor Jateng ke negara-negara utama seperti Amerika, Eropa, dan Cina, yang selama ini menjadi pasar terbesar ekspor tekstil.

Meski demikian, Pemerintah juga perlu memberikan stimulus agar kegiatan ekspor dapat berjalan lebih mudah, sehingga target bisa dicapai.

"Pemerintah perlu membuka hubungan bilateral dagang negara lain seperti di Afrika, Amerika Latin, itu akan sangat baik karena bisa mendapat kemudahan dalam ekpor kita dan sebaliknya bagi negara-negara tersebut," pungkasnya. (dta)

Penulis: Desta Leila Kartika
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved