Jaksa Sita Aset Senilai Rp 42 Miliar, Perkembangan Kasus Korupsi BKK Pringsurat Temanggung

Aset-aset yang disita tersebut merupakan agunan kredit macet, yang dikucurkan tidak sesuai prosedur yang ditetapkan, milik ratusan nasabah (debitur‎).

Jaksa Sita Aset Senilai Rp 42 Miliar, Perkembangan Kasus Korupsi BKK Pringsurat Temanggung
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Nasabah PD BKK Pringsurat melihat daftar pengumuman, siapa-siapa nasabah yang mendapat giliran pengembalian. 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Kasi Pidsus Kejari Temanggung, Sabrul Iman mengatakan, kejaksaan berhasil menyita aset senilai Rp 42 ‎miliar, dalam upaya pemulihan kerugian negara kasus korupsi BKK Pringsurat.

Aset-aset yang disita tersebut merupakan agunan kredit macet, yang dikucurkan tidak sesuai prosedur yang ditetapkan, milik ratusan nasabah (debitur‎).

Dituturkannya, dari kredit macet Rp 42 miliar itu, sebagian kecil lainnya sudah dilunasi para debitur sebelum masa penuntutan perkara ini.

Total nilai kredit yang dilunasi sejumlah debitur tersebut, sekitar Rp 700 juta.

"Yang sudah melunasi sebelum pembacaan penuntutan perkara ini, agunan sudah kami kembalikan," tuturnya.

Sementara, bagi debitur yang belum melunasi hingga pembacaan tuntutan dalam perkara ini, agunan yang disita akan dilelang.

Waktu dan mekanisme pelaksanaan lelang akan seperti apa, sambung Sabrul, semua menunggu perkara ini inkrah (memiliki kekuatan hukum tetap) serta petunjuk pimpinan.

"‎Tentu, nanti juga akan dibentuk tim appraisal independen untuk menentu‎kan nilai agunan yang disita," urainya.

Ditambahkan, agunan yang disita dari nasabah berbagai macam wujudnya.

Seperti BPKB kendaraan bermotor, tanah, rumah, bangunan, dan lainnya.

Halaman
12
Penulis: yayan isro roziki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved