Kabar Slamet Hidup Telantar Bersama Hewan Ternak Dibantah, Camat Siwalan: Sudah Kami Cek Langsung

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Masruroh menegaskan, informasi Slamet terlantar dan tidak mendapat perhatian pemerintah perlu diluruskan.

Kabar Slamet Hidup Telantar Bersama Hewan Ternak Dibantah, Camat Siwalan: Sudah Kami Cek Langsung
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Dinsos Kabupaten Pekalongan bersama pihak Kecamatan Siwalan saat mendatangi gubuk tempat Slamet tinggal, Selasa (18/7/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Beredarnya kabar mengenai seorang pria berusia 84 tahun bernama Slamet, yang hidup bersama ternak di gubuk sempit Desa Tanjungsari, Kecamatan Siwalan Kabupaten Pekalongan ditanggapi Pemkab Pekalongan.

Pasalnya informasi yang beredar menyebutkan, Slamet tak mendapat bantuan apapun dari pemerintah dan hidup selama dua tahun seorang diri di gubuk bersama ternaknya.

Informasi tersebut ditepis pihak Kecamatan Siwalan, dimana Camat Siwalan, Sugino sudah meninjau gubuk tempat tinggal Slamet.

“Slamet, warga kami dan ia tinggal di gubuk untuk mengawasi ternak dan tempat istirahat usai bercocok tanam. Dia sebenarnya punya anak istri dan rumah yang tak jauh dari gubuk tersebut,” katanya, Senin (18/6/2019).

Dilanjutkan Sugino, terkait pelayanan kesehatan dari pemerintah, Slamet juga mendapatkannya.

“Slamet mendapat pelayanan kesehatan dari Puskesmas Siwalan, Slamet juga mempunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan rutin cek kesehatan ke puskesmas. Jadi informasi beredar tentang Slamet tidak mendapat bantuan kesehatan itu tidak benar,” paparnya.

Adapun Kepala Puskesmas Siwalan, Suwondo membenarkan, Slamet rutin cek kondisi tubuh di puskesmas.

“Slamet masih rutin datang ke puskesmas. Bahkan ia masih mampu bersepeda untuk aktivitas ke masjid, ataupun ke rumah anaknya,” tuturnya.

Plt Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pekalongan Masruroh menegaskan, informasi Slamet terlantar dan tidak mendapat perhatian pemerintah perlu diluruskan.

“Slamet tinggal di gubuk selama dua tahun itu tidak benar, karena informasi dari pihak desa gubuk yang ditempati Slamet baru dibangun 3 bulan lalu,” tegasnya.

Dipaparkan Masruroh, gubuk tersebut untuk tempat istirahat manakala lelah beraktivitas menanam tanaman di lahan milik pengairan serta merawat ternak.

“Slamet tidur di gubuk saat siang hari dan malam hari ia pulang ke rumah, kami juga sudah menemui keluarganya. Pihak keluarga juga memberi keterangan Slamet selalu pulang ke rumah. Hingga hari Slamet tercatat sebagai penerima manfaat PKH Lansia,” tambahnya. (Budi Susanto)

Penulis: budi susanto
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved