Klaim Kemenangan Sidang Berubah, Pakar IT : Kelemahan Data IT Gampang Dimodifikasi

Ketua Tim Cyber relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Dr Solichul Huda, MKom melihat ada kejanggalan dalam perubahan klaim kemenangan

Klaim Kemenangan Sidang Berubah, Pakar IT : Kelemahan Data IT Gampang Dimodifikasi
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto (tengah) mengangkat tangan saat mendeklarasikan kemenangannya pada Pilpres 2019 kepada awak media di kediaman Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pakar IT dan juga Ketua Tim Cyber relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Dr Solichul Huda, MKom melihat ada kejanggalan dalam perubahan klaim kemenangan yang diajukan tim paslon nomor urut 2 dalam sidang perdana sgugatan hasil pilpres 2019.

“Sepertinya aneh jika perubahan klaim pasangan nomor urut 02 akibat perubahan data IT. Justru data digital tersebut yang bisa membuat peroleh suara masing-masing calon dapat dihitung dengan cepat, akurat dan mudah ditampilkan” tandas Huda dalam keterangan tertulis yang dikirim ke Tribun Jateng, Selasa (18/5/2019).

Solichul Huda menjelaskan bahwa menurut UU ITE , data dapat berupa elektronik dan non-elektronik.

Data IT tersebut masuk dalam kategori data elektronik.

“Data IT memiliki beberapa kelebihan dan kelemahan, dan salah satu kelemahannya data tersebut mudah dimodifikasi” terangnya.

Ia justru mempertanyakan, mengapa kalau 02 menggunakan data IT kok malah klaim kemenangannya berubah-rubah?

Kecewa Jawaban KPU, Bambang Widjojanto Keluar Ruangan Sidang Sengketa di MK

5 Berita Populer: Mahfud MD Sebut Kubu 01 Menyerah Tanggapi Kubu 02 hingga Pelecehan di Guci Tegal

Tanggapan Kuasa Hukum 01 Soal Pengakuan AKP Sulman Aziz: Mengada-ada

BPN Prabowo-Sandi Klaim Menang 52 Persen, Refly Harun: Saya Tidak Yakin

Huda memprediksi bahwa perubahan klaim perolehan nilai tersebut, bisa karena kesalahan quick count internal 02, atau bisa juga tim 02 terlalu tergesa gesa mengumungkan hasil sebelum real count 02 selesai.

“Kemungkinan perubahan klaim perolehan nilai tersebut, disebabkan oleh kesalahan quick count internal 02, atau bisa juga tim 02 terlalu tergesa gesa mengumungkan hasil real count 02 sebelum finish," jelas Doktor Ilmu Komputer ini.

Ia menyebut untuk membuktikan apakah perubahan data IT perhitungan tim internal itu sengaja dilakukan atau memang karena pembaruan perlu dilakukan uji digital forensik terhadap jaringan komputer 02.

Hal menarik lainnya dalam sidang gugatan perdana kemarin menurut Solichul Huda, sebagaian besar data yang diajukan berupa kualitatif. Padahal fungsi teknologi informasi (IT) sebetulnya untuk mengubah bentuk data kualitatif menjadi kuantitatif.

“IT itu digunakan untuk membuat data dapat dinilai secara obyektif. Contohnya misalnya kecurangan dalam bentuk pengerahan ASN, atau karena penggunaan fasilitas negara untuk memenangkan petahana. Semestinya data tersebut dapat dibuat dalam bentuk kuantitatif," jelas mantan Sekum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ini.

Konversi data kualitatif menjadi kuantitatif harus dibuat berdasarkan SOP yang disepakati bersama. Sehingga konversi data tersebut hanya boleh dibuat oleh KPU dan diberlakukan pada pilpres atau pilkada yang akan datang.

Solichul Huda menambahkan, selayaknya dugaan kecurangan yang disengketakan di MK kali ini menggunakan data real count yang dimiliki oleh KPU.

"Seandainya ada perbedaan data KPU dan TIM 01 maupun 02 dapat dilakukan uji conformance yang akan menghasilkan letak perbedaan atau kesamaan data masing-masing," pungkasnya. (*)

Kisah Nyata: Polisi Ini Tilang KSAD Saat Terobos Lampu Lalu Lintas hingga Kapolda Minta Maaf

Mantan Preman Melamar Jadi Anggota TNI, Datang dengan Kaos Singlet dan Rambut Gondrong, Hasilnya?

Video Perampokan Minimarket di Jatingaleh Semarang, 2 Pelaku Berclurit Bawa Lari Uang Belasan Juta

Video Detik-detik Pengendara Motor Nyaris Tersambar Kereta Malam, Ngebut Terobos Palang Perlintasan

Penulis: rival al-manaf
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved